Net NPL menjadi metrik yang lebih representatif karena mempertimbangkan perbedaan risiko antar sektor.

>>> Kanada dan Bahama Batasi Turis dari Tiga Negara Afrika Akibat Ebola

Amar Bank mencatat pertumbuhan penyaluran kredit bruto sebesar 30,62 persen secara tahunan menjadi Rp 4,17 triliun di tengah angka NPL gross yang tinggi.

Strategi mereka menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas aset.

Direktur Finance and Business Planning Bank Sahabat Sampoerna, Henky Suryaputra, menyebutkan faktor segmentasi nasabah menjadi pemicu fluktuasi angka rasio kredit macet.

Sebesar 59 persen portofolio kredit dialokasikan ke sektor UMKM yang lebih rentan terhadap dinamika ekonomi domestik.

Pihak manajemen menyatakan posisi net NPL saat ini sebesar 2,70 persen, jauh di bawah batas regulator 5 persen, sehingga kegiatan ekspansi usaha tidak terganggu.

Global Market Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, menilai untuk bank turnaround seperti KB Bank dan Bank Banten, NPL tinggi sebagian besar merupakan carry over aset bermasalah dari masa lalu.

Tingginya pencadangan dapat membatasi ruang gerak pertumbuhan laba dan modal.

>>> Mimik Idayana Bagikan 4.000 Paket Daging Kurban di Sidoarjo

Langkah pembersihan portofolio lama disarankan menjadi fokus utama perbankan melalui mekanisme hapus buku selektif dan penyeimbangan ulang segmen kredit.