PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dinilai masih memiliki prospek kokoh di tengah transisi energi nasional.

Meski baru saja terdepak dari indeks MSCI Global Standard, saham BREN diproyeksikan memiliki ruang besar untuk tumbuh menuju target harga tinggi.

>>> Saint Nerona Imu Turun Tangan Lawan Pangeran Loki di Arc Elbaf

Riset Henan Putihrai Sekuritas (HPS) menunjukkan bahwa BREN merupakan pemain utama di sektor geotermal domestik. Perusahaan mencatat kapasitas terpasang mencapai 989 megawatt (MW) pada tahun 2025.

Ekspansi dan Dukungan Grup Barito

BREN membidik ekspansi kapasitas hingga 2,3-2,8 GW pada tahun 2032. Langkah ini akan ditempuh melalui optimalisasi, proyek green field, dan pengembangan tenaga angin.

Pertumbuhan laba bersih BREN didukung oleh aset berkualitas tinggi dan kontrak jangka panjang dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

HPS mencatat potensi CAGR laba bersih setelah pajak sebesar 35,7%.

>>> WOM Finance Catat Pembiayaan Emas MASKu Tembus Rp6 Miliar

Fase pertumbuhan emiten ini mendapat dukungan penuh dari Grup Barito milik Prajogo Pangestu, baik dari aspek finansial maupun operasional.

Terdepaknya BREN dari MSCI dinilai HPS sebagai persoalan teknikal, bukan fundamental. Situasi ini dianggap sebagai momentum langka untuk mengumpulkan saham berkualitas tinggi dengan harga lebih murah.

HPS memberikan rekomendasi buy untuk BREN dengan target harga Rp3.890. Angka ini mencerminkan potensi kenaikan 63% dari harga saat riset disusun.

>>> Harga Emas Pegadaian Turun per Rabu 27 Mei 2026, Antam Tembus Rp2,91 Juta per Gram

Sepanjang satu tahun terakhir, saham BREN bergerak di rentang Rp2.380 hingga Rp10.725. Posisi terakhir tercatat di level Rp2.640.