Bukan Hanya Indonesia, MSCI Pernah Turunkan Klasifikasi Sejumlah Negara, Rusia hingga Pakistan Jadi Contoh
Wacana potensi penurunan klasifikasi pasar Indonesia oleh MSCI kembali memantik perhatian pelaku pasar. Isu ini bukan hal baru, mengingat dalam satu dekade terakhir sejumlah negara pernah mengalami penurunan status dari Emerging Market ke kategori yang lebih rendah.
Catatan MSCI menunjukkan setidaknya empat negara—Pakistan, Argentina, Rusia, dan Maroko—pernah mengalami penurunan klasifikasi dengan dampak yang berbeda-beda, mulai dari arus keluar dana asing hingga penghapusan total dari indeks global.
Pakistan Kehilangan Status akibat Ukuran dan Likuiditas Pasar
Pakistan diturunkan kelas karena dinilai tidak lagi memenuhi syarat ukuran dan likuiditas sebagai pasar berkembang. MSCI menilai bursa Pakistan tidak menyediakan cukup saham berkapitalisasi besar dan likuid untuk investor global.
Penurunan kepemilikan saham publik sejak 2019 memperburuk kondisi tersebut. Akibatnya, kelayakan indeks hanya bisa dipertahankan lewat aturan kontinuitas.
Dampaknya terasa signifikan. Dana pasif Emerging Market diperkirakan melepas saham Pakistan senilai ratusan juta dolar AS. Investor asing juga mencatatkan aksi jual bersih besar sebelum reklasifikasi resmi dilakukan.
Argentina Terkendala Kontrol Modal
Argentina mengalami penurunan status pada 2021, dipicu oleh kebijakan kontrol modal dan valuta asing yang berkepanjangan. Pembatasan ini membuat investor asing kesulitan memulangkan dana mereka.
Kondisi tersebut dinilai gagal memenuhi kriteria aksesibilitas pasar MSCI. Arus dana terkait indeks berbalik arah dan likuiditas pasar domestik tetap terbatas.
Hingga kini Argentina belum kembali ke kategori Emerging Market. Meski ada reformasi kebijakan dan kerja sama dengan lembaga internasional, hambatan akses pasar membuat Argentina masih diklasifikasikan sebagai Standalone Market.
Rusia Dihapus dari Indeks Global
Kasus Rusia menjadi salah satu yang paling ekstrem. Sanksi internasional, pembatasan repatriasi modal, serta ketidakpastian hukum pascakonflik geopolitik membuat pasar saham Rusia tidak lagi dapat diinvestasikan oleh investor global.
Update Terbaru
SUDAH RILIS! Lookism 606 607 Bahasa Indonesia, Manhwa Lookism Chapter 606 Scan Terbaru
Kamis / 07-05-2026, 20:45 WIB
Langsung Baca Manhwa Lookism Chapter 606 Bahasa Indonesia, Scan Terbaru
Kamis / 07-05-2026, 20:00 WIB
Nonton Film Shaka Oh Shaka (2026) di Bioskop Bukan LK21: Romansa Idol dan Penggemar Jadi Sorotan
Kamis / 07-05-2026, 20:00 WIB
Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu Seret Nama Aman Yani, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Kamis / 07-05-2026, 19:35 WIB
Dedi Mulyadi Soroti Pemotongan Paksa Rambut 18 Siswi SMKN 2 Garut, Nilai Tindakan Guru BK Berlebihan
Kamis / 07-05-2026, 19:34 WIB
Guru Honorer Diusulkan Jadi ASN Menjelang Penghapusan Status pada 2027
Kamis / 07-05-2026, 19:26 WIB
Honda Brio 2026 Tampil Lebih Sporty, Tetap Jadi City Car Favorit Anak Muda
Kamis / 07-05-2026, 19:24 WIB
Venezia Promosi ke Serie A, Rizky Ridho Berpeluang Susul Jejak Jay Idzes ke Italia
Kamis / 07-05-2026, 19:17 WIB
Siswa SMA Diduga Gunakan AI untuk Ubah Foto Teman Jadi Konten Pelecehan
Kamis / 07-05-2026, 19:08 WIB
Toyota Fortuner 4.0 V6 Produksi Indonesia Punya Mesin 4.000 Cc, Pajero Sport Belum Tandingannya
Kamis / 07-05-2026, 19:06 WIB
Download Nonton Film Crocodile Tears (2026) di Bioskop Bukan LK21: Kisah Kehidupan Mama dan Johan
Kamis / 07-05-2026, 19:00 WIB
TOP 50 Acara TV dengan Rating Terbaik Hari ini 8 Mei 2026 ada Beri Cinta Waktu Turun Bareng Istiqomah Cinta
Kamis / 07-05-2026, 18:00 WIB
Nonton Download Film Ain (2026) di Bioskop Bukan LK21: Obsesi Jadi Influencer Berubah Jadi Teror Misterius
Kamis / 07-05-2026, 18:00 WIB






