BRI Danareksa Rekomendasikan Beli Saham ASII dengan Target Rp 6.850
PT BRI Danareksa Sekuritas kembali merekomendasikan beli saham PT Astra International Tbk (ASII). Target harga yang ditetapkan mencapai Rp 6.850 per saham.
Target tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 22,3% dari harga terakhir di level Rp 5.600.
>>> Damri Luncurkan Bus Royal Class untuk Rute Tiga Negara
Rekomendasi ini didorong oleh strategi Astra yang mulai fokus pada sektor dengan tingkat pengembalian lebih tinggi.
Meski demikian, perusahaan tetap mempertahankan diversifikasi usaha secara luas. Sektor otomotif, jasa keuangan, serta alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi (HEMCE) menjadi pilar utama.
Fokus pada Tiga Mesin Pertumbuhan
Analis BRI Danareksa menyebut Astra akan fokus pada otomotif, jasa keuangan, dan HEMCE. Sektor kesehatan dan infrastruktur tetap menjadi bagian dari portofolio pertumbuhan.
Tiga mesin pertumbuhan tersebut menyumbang sekitar 90% dari total laba grup Astra. Prospek pertumbuhan jangka pendek perseroan dinilai sangat kuat.
Sektor suku cadang otomotif dan batu bara metalurgi menjadi pendorong utama pertumbuhan jangka pendek. Pendapatan tidak hanya bertumpu pada penjualan kendaraan baru.
Astra memaksimalkan pendapatan melalui bisnis purnajual, penyediaan suku cadang, hingga platform tukar tambah. Diversifikasi lewat PT United Tractors Tbk (UNTR) ke batu bara metalurgi juga memperkuat portofolio energi.
>>> Serangan Militer AS ke Iran Picu Lonjakan Harga Minyak
Proyeksi Kinerja Keuangan
Laba bersih Astra pada 2026 diproyeksikan melonjak 31,7% menjadi Rp 27,68 triliun. Angka ini naik signifikan dari estimasi laba bersih 2025 sebesar Rp 21,03 triliun.
Pendapatan perusahaan pada 2026 diperkirakan mencapai Rp 304,05 triliun.
Tren positif diproyeksikan berlanjut hingga 2027 dengan laba bersih Rp 33,77 triliun dan pendapatan Rp 320,01 triliun.
Peningkatan total pengembalian kepada pemegang saham menjadi sentimen positif. Astra berkomitmen mendukung imbal hasil melalui rasio pembayaran dividen 45–50%.
Selain itu, emiten berkode ASII berencana melakukan buyback saham senilai Rp 8 triliun dalam 12 bulan ke depan.
Sekuritas optimistis terhadap ambisi peningkatan imbal hasil tersebut.
>>> SPinjam Luncurkan Kampanye Transparansi Biaya Pinjaman Online
Meski prospek cerah, investor disarankan mencermati risiko seperti pelemahan nilai tukar rupiah dan penurunan daya beli masyarakat.
Update Terbaru
Modena Resmikan Lima Gerai Baru untuk Perkuat Layanan Omnichannel
Selasa / 26-05-2026, 11:53 WIB
Luis de la Fuente Coret Pemain Real Madrid dari Skuad Piala Dunia 2026
Selasa / 26-05-2026, 11:53 WIB
Ferrari Luncurkan Mobil Listrik Perdana Luce, Hasil Kolaborasi dengan LoveFrom
Selasa / 26-05-2026, 11:49 WIB
Knicks Lolos ke Final NBA Usai Sapu Bersih Cavaliers
Selasa / 26-05-2026, 11:49 WIB
Honda City Facelift Meluncur di India, Desain Terinspirasi Accord dan Civic
Selasa / 26-05-2026, 11:49 WIB
Jaecoo Bagikan Tips Aman Fast Charging Mobil Listrik
Selasa / 26-05-2026, 11:49 WIB
BYD Denza D9 Catat Penjualan 10.000 Unit di Indonesia
Selasa / 26-05-2026, 11:49 WIB
Chery Siap Ekspansi ke Pasar Mobil AS, Hambatan Regulasi Masih Jadi Kendala
Selasa / 26-05-2026, 11:49 WIB
Ilmuwan Ungkap Suhu Inti Bumi Setara Panas Permukaan Matahari
Selasa / 26-05-2026, 11:48 WIB
Vivo Ekspansi ke Pasar Audio Premium dengan Headphone Wireless Over-Ear Pertama
Selasa / 26-05-2026, 11:48 WIB
Kurma Lebih Sehat dari Gula Pasir? Ini Penjelasan Ahli Gizi
Selasa / 26-05-2026, 11:48 WIB
Pep Guardiola Pamit dari Manchester City dalam Parade Pesta Perpisahan
Selasa / 26-05-2026, 11:48 WIB
Harga Emas Pegadaian 26 Mei 2026: Antam Naik, UBS dan Galeri 24 Turun
Selasa / 26-05-2026, 11:44 WIB
GWM Indonesia: Kenaikan Harga Solar Tak Ganggu Penjualan SUV Premium
Selasa / 26-05-2026, 11:44 WIB






