MSCI mengeluarkan saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dari perhitungan Small Cap Index pada tinjauan Mei 2026.

Keputusan ini berdampak pada munculnya tekanan jual terhadap saham emiten properti bentukan Grup Sinar Mas tersebut.

>>> Warga Buenos Aires Berburu Stiker Album Panini Piala Dunia 2026

Dalam satu bulan terakhir, harga saham BSDE turun 10,74 persen. Secara kumulatif dalam tiga bulan, posisinya anjlok 23,56 persen.

Pada perdagangan Selasa (26/5/2026), saham BSDE ditutup melemah 1,48 persen ke level Rp 665 per lembar.

Aksi jual bersih investor asing (net sell) mencapai Rp 4,57 miliar.

Koreksi harga membuat valuasi rasio price to book (PBV) BSDE berada di angka 0,32 kali. Rasio price earning (PER) tercatat sebesar 5,53 kali.

>>> 5 Cara Mengatasi HP Samsung yang Terjebak di Safe Mode

Hingga saat ini, BSDE belum merilis laporan keuangan kuartal I-2026 karena masih dalam proses audit.

Sepanjang 2025, perusahaan membukukan laba bersih Rp 2,54 triliun dari total pendapatan usaha Rp 12,7 triliun.

Sebelum penghapusan indeks, induk pengendali BSDE, PT Paraga Artamida, membeli 1,7 miliar lembar saham BSDE pada 28 April 2026.

Harga rata-rata pembelian Rp 880 per lembar, total nilai Rp 1,5 triliun.

>>> Harga Emas Dunia 27 Mei 2026 Naik Tipis Didorong Pelemahan Dolar AS

Menurut Stockbit Sekuritas, setelah transaksi tersebut porsi kepemilikan langsung PT Paraga Artamida di BSDE naik dari 40,53% menjadi 48,62%.