Prancis Siap Seret Militer Israel ke Ranah Hukum Terkait Kekerasan Flotilla
Pemerintah Prancis memberikan sinyal kuat untuk membawa tindakan militer Israel terhadap aktivis kemanusiaan ke ranah hukum.
Langkah ini diambil setelah warga negara Prancis menjadi korban kekerasan dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF).
>>> Thomas Tuchel Coret Foden dan Palmer dari Skuad Piala Dunia 2026 Timnas Inggris
Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Menurutnya, bukti visual yang beredar menjadi dasar kuat bagi Paris untuk bertindak lebih jauh.
"Selain kecaman yang diperlukan dari sudut pandang politik, kami harus bertindak karena ada korban dari warga negara Prancis.
Kami tidak mengesampingkan untuk melaporkan semua tindakan yang terekam dalam video kepada otoritas hukum kami," kata Lecornu.
Pemerintah Prancis juga memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang melakukan kekerasan. Langkah validasi data kini tengah berjalan untuk menentukan yurisdiksi hukum yang paling tepat.
"Tidak ada siapa pun yang boleh menyerang rakyat Prancis dengan impunitas dan tanpa respons apa pun," ujar Lecornu.
>>> Marinus Gea Dorong Pemerintah Siapkan Tata Kelola AI dan UU Nasional
Video Provokatif dan Dampaknya
Ketegangan diplomatik ini memuncak setelah Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir mengunggah video pada Rabu (20/5).
Rekaman tersebut memperlihatkan pasukan keamanan Israel memaksa para aktivis flotilla bersujud di lantai dalam posisi tangan terikat.
Dalam rekaman itu, Ben-Gvir juga melontarkan pernyataan provokatif terhadap peserta pelayaran kemanusiaan. Berdasarkan laporan FranceInfo, para peserta GSF kini bersiap mengajukan gugatan hukum terhadap Israel di sejumlah negara.
Pihak GSF melaporkan adanya tindak kekerasan sistematis selama penahanan. Insiden tersebut mengakibatkan sedikitnya 30 kasus patah tulang di kalangan aktivis kemanusiaan.
Kronologi Misi Kemanusiaan GSF
Misi kemanusiaan yang membawa bantuan untuk warga di Jalur Gaza ini bermula dengan damai dari Spanyol. Namun, perjalanan tersebut berakhir dengan pencegatan oleh militer Israel di perairan internasional.
>>> Warhorse Studios Kembangkan Kingdom Come Baru, Target Rilis 2027
Otoritas Prancis terus melakukan koordinasi internal untuk memproses laporan kekerasan ini. Langkah tersebut dipandang sebagai bentuk perlindungan kedaulatan warga negara Prancis di mata internasional.
Update Terbaru
Starvision Rilis Sekawan Limo 2 di Bioskop Indonesia 27 Mei 2026
Kamis / 28-05-2026, 01:39 WIB
Polisi Tahan Kim Se Ui Terkait Pencemaran Nama Baik Kim Soo Hyun
Kamis / 28-05-2026, 01:39 WIB
Pemkot Yogyakarta Pastikan Kelayakan Sapi Kurban Bantuan Presiden
Kamis / 28-05-2026, 01:39 WIB
MSCI Coret Saham BSDE dari Small Cap Index, Harga Tertekan
Kamis / 28-05-2026, 01:39 WIB
Terpopuler: Shakira Menang di Pengadilan Hingga Syifa Hadju Foto Bareng Ji Chang Wook
Kamis / 28-05-2026, 01:39 WIB
BMKG Prakirakan Cuaca Jakarta Berawan hingga Cerah Esok Hari
Kamis / 28-05-2026, 01:38 WIB
Teddy Indra Wijaya Borong 35 Sapi Boyolali untuk Kurban
Kamis / 28-05-2026, 01:38 WIB
Pendapatan VKTR Melonjak 58 Persen pada Kuartal I 2026
Kamis / 28-05-2026, 01:38 WIB
BMKG Prakirakan Cuaca Kota Bogor Cerah Sepanjang Hari Ini
Kamis / 28-05-2026, 01:38 WIB
Pochettino Coret Diego Luna dan Tanner Tessmann dari Skuad Piala Dunia 2026
Kamis / 28-05-2026, 01:38 WIB
Warga Buenos Aires Berburu Stiker Album Panini Piala Dunia 2026
Kamis / 28-05-2026, 01:34 WIB
Vivo S60 Siap Meluncur dengan Tiga Kamera Belakang 50 MP
Kamis / 28-05-2026, 01:34 WIB
5 Cara Mengatasi HP Samsung yang Terjebak di Safe Mode
Kamis / 28-05-2026, 01:34 WIB
Harga Emas Dunia 27 Mei 2026 Naik Tipis Didorong Pelemahan Dolar AS
Kamis / 28-05-2026, 01:34 WIB






