Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) melonjak signifikan pada perdagangan Selasa, 26 Mei 2026.

Pergerakan ini membalikkan tren pelemahan yang terjadi pada hari sebelumnya.

>>> Kode Redeem FF 27 Mei 2026 Tidak Bisa Klaim Diamond Gratis

Lonjakan harga minyak mentah dunia, penurunan proyeksi produksi di Malaysia, serta pelemahan nilai tukar ringgit menjadi faktor utama pendorong penguatan harga komoditas tersebut.

Data Harga CPO di BMD

Kontrak berjangka CPO untuk Juni 2026 meningkat 19 Ringgit Malaysia menjadi 4.429 Ringgit Malaysia per ton.

Kontrak Juli 2026 menguat 20 Ringgit Malaysia ke posisi 4.466 Ringgit Malaysia per ton.

Kontrak Agustus 2026 melesat 23 Ringgit Malaysia menjadi 4.496 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak September 2026 meningkat 29 Ringgit Malaysia menuju 4.522 Ringgit Malaysia per ton.

Kontrak Oktober 2026 melonjak 36 Ringgit Malaysia menjadi 4.553 Ringgit Malaysia per ton.

Kontrak November 2026 juga terkerek naik sebesar 37 Ringgit Malaysia ke angka 4.581 Ringgit Malaysia per ton.

Faktor Pendorong Kenaikan

Head of Commodity Research Sunvin Group, Anilkumar Bagani, menjelaskan bahwa pasar dibuka menguat akibat rebound harga minyak mentah dari level terendahnya.

Prospek penurunan output sawit Malaysia periode Mei dan depresiasi ringgit turut memberikan sentimen positif.

"Pasar dibuka gap up mengikuti kenaikan tajam harga minyak mentah, prospek produksi sawit Malaysia yang melemah, serta pelemahan ringgit," ujar Bagani.

Aktivitas perdagangan di Bursa Malaysia dijadwalkan libur pada Rabu, 27 Mei 2026, dalam rangka merayakan Iduladha.

>>> Polres Jaksel Tetapkan Mantan Admin Fuji sebagai Tersangka Penggelapan Rp 1 Miliar

Di pasar komoditas terafiliasi, kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian turun 0,46%, sedangkan kontrak minyak sawit Dalian melemah 0,07%.