Koreksi juga terjadi pada harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade sebesar 0,35%.

Ekspor CPO Melemah

Volume ekspor CPO Malaysia untuk periode 1–25 Mei mencatatkan penurunan.

AmSpec Agri Malaysia dan Intertek Testing Services melaporkan penurunan masing-masing sebesar 18% dan 14,5% dibandingkan periode yang sama bulan lalu.

Harga minyak mentah jenis Brent melonjak mendekati 3% pasca-serangan militer Amerika Serikat ke wilayah Iran.

Ketegangan geopolitik ini memicu kekhawatiran baru terkait pasokan energi global dan kelancaran jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Kenaikan harga minyak mentah dunia secara langsung meningkatkan daya tarik CPO sebagai bahan baku pembuatan biodiesel.

Pelemahan ringgit Malaysia sebesar 0,38% terhadap dolar AS membuat harga CPO lebih kompetitif bagi pembeli global.

Dari dalam negeri, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat volume ekspor produk sawit Indonesia pada Maret mencapai 2,17 juta ton.

Angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 2,88 juta ton.

>>> Serangan AS ke Iran Picu Fluktuasi Harga Minyak Dunia

Menteri Keuangan Indonesia mengonfirmasi bahwa beberapa produsen besar, termasuk Wilmar International dan Musim Mas Group, saat ini sedang menjalani pemeriksaan terkait dugaan praktik under-invoicing pada aktivitas ekspor mereka.