Fenomena capital outflow dari pasar keuangan dalam negeri menjadi pemicu utama fluktuasi rupiah saat ini.

Sinergi antara pemerintah, BI, dan OJK sangat dibutuhkan untuk mengomunikasikan kekuatan fundamental ekonomi nasional.

Kehadiran capital inflow dipercaya dapat memulihkan stabilitas nilai tukar secara bertahap. Investor jangka panjang memerlukan komitmen otoritas terkait kontinuitas dan kematangan perencanaan kebijakan agar risiko ketidakpastian diminimalkan.

Pernyataan Ekonom

"Otoritas fiskal perlu menunjukkan kredibilitas fiskal yang bisa dipercaya oleh investor maupun masyarakat," kata Rizki dalam diskusi The Forum di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

"Jadi bahwa apa yang dilakukan pemerintah itu memang untuk mendukung perekonomian, bukan untuk kepentingan tertentu di luar kepentingan masyarakat yang prioritas," ujarnya.

"Dari sisi business sector mereka butuh confidence bahwa kalau saya invest, akan ada pertumbuhan demand yang cukup kuat," katanya.

"Sebenarnya secara fundamental kita masih bagus. Peluangnya masih ada.

Oleh karena itu bagaimana pemerintah mengomunikasikan dengan lebih baik supaya investor masuk kembali," ujar Aviliani.

"Perlu ada kesinambungan kebijakan. Orang investasi itu jangka panjang.

>>> BSI Salurkan 24.053 Ekor Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia

Kalau ini bisa terjadi, rupiah kita akan bisa membaik," pungkas Aviliani.