Gunung Ili Lewotolok Alami Lonjakan Aktivitas Seismik Signifikan
Aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, mengalami lonjakan seismik yang signifikan pada Minggu (25/5) malam.
Berdasarkan laporan Badan Geologi, status gunung api tersebut masih dipertahankan pada Level II atau Waspada.
>>> Bioskop Trans TV Malam Ini: Film Elysium Tayang Pukul 21.00 WIB
Lonjakan ini ditandai oleh kemunculan serangkaian gempa drumbeat vulkanik hybrid atau Fase Banyak.
Plt.
Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa drumbeat gempa vulkanik hybrid berlangsung lebih dari satu jam dengan interval antargempa yang relatif sama.
Metode Real-time Seismic Amplitude Measurements (RSAM) juga mendeteksi kenaikan energi seismik yang tajam saat rentetan gempa terjadi.
Gunung Ili Lewotolok tercatat telah berada pada status Level II sejak 24 Februari 2026, setelah sebelumnya sempat mengalami eskalasi kegempaan serupa pada April 2026.
Hasil pengamatan visual dari Pos PGA Ile Lewotolok belum menunjukkan anomali signifikan di puncak gunung.
Secara visual, gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut, dengan asap kawah berwarna putih hingga kelabu setinggi 5-200 meter dari puncak.
>>> IHSG Anjlok 1,23 Persen ke 6.130, Tertekan Geopolitik dan Profit Taking
Sepanjang periode 1 hingga 24 Mei 2026, Badan Geologi mencatat 179 gempa erupsi, 972 gempa hembusan, 17 gempa guguran, lima gempa hybrid, 14 gempa vulkanik dangkal, dan 69 gempa vulkanik dalam.
Angka ini melonjak tajam pada 25 Mei 2026 dengan rincian 91 kali gempa Hybrid/Fase Banyak, 56 gempa hembusan, empat gempa erupsi, serta tujuh gempa vulkanik dalam.
Pengamatan visual terkini menunjukkan kolom erupsi berwarna putih hingga kelabu mencapai ketinggian 50 hingga 300 meter dari puncak gunung.
Meskipun guguran material terdeteksi telah terjadi, arah beserta jarak luncurannya hingga saat ini belum dapat dipastikan akibat kendala visual.
Masyarakat, pendaki, dan wisatawan dilarang memasuki area dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas.
Warga juga diimbau memakai masker pelindung guna mengantisipasi dampak buruk abu vulkanik terhadap kesehatan pernapasan.
>>> PT Pertamina Hulu Energi Raih Tiga Penghargaan di IPA Convex 2026
Selain itu, warga diminta mewaspadai potensi guguran lava di sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut.
Update Terbaru
Cara agar Otak Menua dengan Sehat Menurut Ahli Neurologi, Bukan Diet
Jumat / 24-07-2026, 23:00 WIB
Piala AFF 2026: Pembuktian Nadeo Argawinata sebagai Kiper Utama Timnas Indonesia
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Lee Min-ho Kembali Jadi Aktor Korea Terfavorit di Mata Penggemar Global
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Penumpang Alphard Penerobos Pelican Crossing HI Ternyata Anggota Polda Jabar
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Persija Hormati Sanksi KFA untuk Shin Tae Yong, Belum Ambil Sikap
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Hasil Piala AFF: Vietnam ke Puncak usai Bantai Timor Leste 7-0
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Speedboat Bawa 11 Wisatawan Asing Hilang Kontak di Perairan Gorontalo
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Fallout Co-Creator: Morrowind di Xbox Ubah Standar RPG Konsol
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Facebook Luncurkan Lencana 'Facebook Verified' Gratis untuk Lawan AI Palsu
Jumat / 24-07-2026, 22:49 WIB
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
Jumat / 24-07-2026, 22:49 WIB
Game Freak Bawa Interaksi Anjing ke Level Baru di Beast of Reincarnation
Jumat / 24-07-2026, 22:44 WIB
Bos Amazon Games: Harga Konsol dan Steam Machine di Atas $1.000 Dorong Minat ke Cloud Gaming
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB
Video Promo Film Anime The Ribbon Hero Soroti Ikatan Pine dan Safir
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB
Jensen Huang Posting Pertama di X, Dukung Model AI Terbuka
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB







