PT Pertamina Hulu Energi (PHE) berhasil meraih tiga penghargaan dalam ajang The 50th IPA Convex Tahun 2026.

Konvensi dan pameran migas terbesar ini berlangsung pada 20-22 Mei 2026 di ICE BSD, Tangerang.

>>> Sinar Mas Land Luncurkan Klaster Premium Giva di Grand Wisata Bekasi

Subholding Upstream Pertamina ini membawa pulang predikat pemenang untuk kategori Best Booth Content Award Extra Large dan Favorite Booth Award.

Selain itu, PHE juga meraih peringkat kedua untuk Best Booth Design Award Extra Large.

Pengumuman pencapaian tersebut disampaikan dalam upacara penutupan resmi pameran pada Jumat, 22 Mei 2026.

Stan perusahaan yang interaktif berhasil menarik perhatian pengunjung melalui poster digital tentang perkembangan bisnis hulu migas, komitmen transisi energi nasional, hingga produk dari mitra binaan.

Tiga pekerja Pertamina juga meraih penghargaan presentasi terbaik.

Iqbal Fardiansyah menang di kategori Geoscience, Adnan Syarafi Ashfahani di kategori Business & Commercial/HSE/Others, dan Arief Randy Wicaksono untuk kategori Overall.

Pencapaian ini beriringan dengan kinerja operasional perseroan pada tahun 2025.

>>> PT Palma Serasih Tbk Bagikan Dividen Tunai Rp 113,1 Miliar untuk Tahun Buku 2025

Produksi minyak tercatat sebesar 556 ribu barel per hari dan produksi gas mencapai 2,75 miliar standar kaki kubik per hari.

Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina, Hermansyah Y Nasroen, menjelaskan bahwa partisipasi dalam pameran ke-50 ini menjadi momentum strategis.

Pihaknya memperkenalkan seluruh anak usaha beserta afiliasinya kepada masyarakat luas.

"Booth PHE memuat informasi mengenai bisnis dan kinerja 5 Regional dan 3 Anak Perusahaan di lingkungan Subholding Upstream Pertamina melalui multimedia yang menarik serta mengedukasi pengunjung," ujar Hermansyah.

Ia berharap informasi yang disajikan dapat menjawab kebutuhan para stakeholder.

Ke depan, perseroan akan melanjutkan langkah bisnis melalui investasi berkelanjutan dalam pengelolaan operasi hulu migas. Prinsip Environmental, Social, and Governance menjadi landasan utama.

>>> Mauricio Souza Beri Sinyal Perpisahan dengan Persija Jakarta

Manajemen juga menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan berstandar ISO 37001:2016 untuk mencegah kecurangan di lingkungan kerja.