National Association for the Advancement of Colored People (NAACP) mendesak penangguhan segera Memphis Safe Task Force. Desakan ini menyusul kematian dua pria kulit hitam di Tennessee.

Dalam surat kepada Pelaksana Tugas Jaksa Agung Todd Blanche pada Jumat, NAACP meminta investigasi federal yang menyeluruh dan transparan terhadap satgas anti kejahatan yang dibentuk di bawah Donald Trump.

>>> Missouri Nyatakan Darurat Banjir Bandang, Hujan Capai 12 Inci

Satgas gabungan penegak hukum federal, negara bagian, dan lokal itu mendapat kritik keras dari NAACP.

Organisasi itu menilai satgas mengerahkan militer dan petugas federal ke Memphis tanpa pelatihan yang memadai untuk kepolisian sipil.

Tuntutan ini menyusul dua insiden fatal. Tyrin Johnson, 20 tahun, ditembak oleh dua anggota Garda Nasional Tennessee pada Minggu dini hari.

Dua hari sebelumnya, Darius Chappell, 34 tahun, ditemukan tewas di sel Penjara Montgomery County setelah ditahan pada 29 Juni menyusul penangkapan keras di Clarksville.

Rekaman media sosial penangkapan Chappell menunjukkan beberapa petugas menahannya di tanah sementara seekor anjing polisi tampak menggigitnya. Hal ini mendorong investigasi internal terkait penggunaan K9.

Memphis Safe Task Force diluncurkan tahun lalu melalui perintah eksekutif untuk menekan angka kejahatan yang dianggap meningkat. Satgas ini telah dikaitkan dengan setidaknya empat kematian tahun ini.

NAACP menyatakan investigasi lokal oleh Biro Investigasi Tennessee (TBI) tidak memadai karena laporan instansi yang saling bertentangan dan keterlibatan langsung pejabat federal.

Dalam surat kepada Blanche, NAACP menyoroti kurangnya transparansi. Tidak ada petugas yang didakwa dan tidak ada penyebab resmi kematian Chappell yang dikeluarkan.

>>> MAGER Gelar Event Spesial Juli 2026, Hadirkan Hadiah Eksklusif Tanpa Deposit