Pemerintah Matangkan Implementasi Mandatori Biodiesel B50 Mulai 1 Juli 2026

Pemerintah Indonesia merencanakan implementasi mandatori biodiesel 50 persen atau B50 mulai berlaku pada 1 Juli 2026. Persiapan penerapan kebijakan ini tengah dimatangkan oleh pemerintah.
Kementerian ESDM melakukan pengujian teknis B50 di enam sektor strategis. Sektor tersebut meliputi otomotif, alat mesin pertanian, alat berat pertambangan, angkutan laut, pembangkit listrik, dan perkeretaapian.
>>> Ketahui Perbedaan Hantavirus dan DBD dari Gejala hingga Pencegahan
Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyatakan seluruh tahapan menuju B50 dilakukan secara ketat.
Langkah kehati-hatian diambil agar peningkatan kadar minyak sawit dalam solar tidak mengganggu operasional mesin.
Pemerintah juga mengevaluasi kesiapan industri dan pasokan bahan baku domestik. Hal ini dilakukan agar kebijakan baru tidak mengganggu stabilitas industri sawit nasional.
"Program biodiesel menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional," ujar Eniya. Program ini juga mendukung transisi energi Indonesia secara bertahap dan berkelanjutan.
Rencana penerapan B50 berkaca pada keberhasilan B40 pada tahun 2025.
>>> Negara ASEAN Perlu Perkuat Komunikasi Hadapi Gejolak Global
Realisasi penyaluran B40 mencapai 14,94 juta kiloliter atau 95,67 persen dari total alokasi 15,61 juta kL.
Program B40 memberikan dampak ekonomi signifikan.
Penghematan devisa mencapai sekitar Rp 133,3 triliun, peningkatan nilai tambah Rp 20,92 triliun, dan penyerapan tenaga kerja sekitar 1,88 juta orang.
Selain itu, program B40 berkontribusi menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 39,66 juta ton CO2.
Program ini bertujuan memperkuat ketahanan energi tanpa membebani APBN karena didukung pendanaan dari pengelolaan dana sawit.
>>> Kemenaker Tambah Kuota Magang Nasional 2026 Menjadi 150 Ribu Peserta
Pemerintah tetap menggunakan mekanisme insentif dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). "Melalui pemanfaatan energi domestik, Indonesia ingin membangun sistem energi yang mandiri dan berkelanjutan," kata Eniya.
Update Terbaru
Rupiah Melemah ke Rp 17.794 per Dolar AS pada 26 Mei 2026
Selasa / 26-05-2026, 19:54 WIB
BPJS Kesehatan Perkenalkan Inovasi Digital JKN ke Delegasi Asia Pasifik
Selasa / 26-05-2026, 19:53 WIB
BTN Sediakan Rumah Lelang Murah Lewat Lelang Akbar 2026
Selasa / 26-05-2026, 19:53 WIB
Pemprov Jatim Perketat Pengawasan Lalu Lintas Hewan Menjelang Iduladha
Selasa / 26-05-2026, 19:53 WIB
Hatago Raih Top Innovation Choice Award 2026 Lewat Camilan Sehat
Selasa / 26-05-2026, 19:53 WIB
Umuh Muchtar Gelar Pesta Juara Persib di Sumedang, Pemain Asing Absen
Selasa / 26-05-2026, 19:53 WIB
Bukan Sukuna, Ini 5 Villain di Anime yang Disebut Punya Kekuatan Lebih Gila
Selasa / 26-05-2026, 19:53 WIB
Ketahui Perbedaan Hantavirus dan DBD dari Gejala hingga Pencegahan
Selasa / 26-05-2026, 19:49 WIB
Negara ASEAN Perlu Perkuat Komunikasi Hadapi Gejolak Global
Selasa / 26-05-2026, 19:49 WIB
Kemenaker Tambah Kuota Magang Nasional 2026 Menjadi 150 Ribu Peserta
Selasa / 26-05-2026, 19:49 WIB
Baznas Terima Sapi Limosin Satu Ton dari Shopee Barokah untuk Kurban
Selasa / 26-05-2026, 19:49 WIB
Astra International Fokus pada Tiga Portofolio untuk Tingkatkan Imbal Hasil
Selasa / 26-05-2026, 19:48 WIB
Medela Potentia Ekspansi ke Kamboja, Luncurkan Salonpas dan Salonsip
Selasa / 26-05-2026, 19:48 WIB
Pemerintah Pusat Kucurkan Rp100,1 Triliun untuk Pascabencana Sumatra
Selasa / 26-05-2026, 19:48 WIB






