Amanode akan membuka pendaftaran dan akses awal bagi pengguna terverifikasi. Pengguna dapat mengakses layanan melalui platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berlisensi yang bekerja sama dengan Amanode.

Manajemen juga berencana memperluas jangkauan pembiayaan dengan menjajaki potensi pemanfaatan token stablecoin berbasis rupiah. Inovasi ini mendapat sambutan positif dari sejumlah PAKD berlisensi.

SVP Strategy & Business PINTU Andy Putra menyatakan dukungannya terhadap platform kripto repo ini. "Kami berharap kehadiran Amanode dapat memperkuat posisi industri aset kripto Indonesia di kancah global," jelasnya.

CCO Pluang Stella Lukman melihat layanan ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi pengelolaan portofolio investor.

"Solusi yang ditawarkan Amanode dapat memberikan fleksibilitas untuk memenuhi kebutuhan dana tanpa kehilangan momentum investasi jangka panjang," tambahnya.

Direktur Utama MAKS Aaron menilai kolaborasi ini sebagai langkah nyata membuat aset kripto lebih produktif.

"Layanan Amanode membuka peluang baru di mana aset kripto tidak hanya disimpan, tetapi dapat bekerja secara produktif," tegasnya.

Dukungan SRO dan MoU

Untuk mendukung model bisnis selama uji coba, perusahaan telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan tiga Self-Regulatory Organization (SRO).

>>> Visinema Pictures Rilis Film Nobody Loves Kay Juni Mendatang

Ketiganya adalah PT Central Finansial X (CFX), PT Koin Kustodian Indonesia (ICC), dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI).