Buick memperkenalkan varian all-electric dari sedan andalannya, Electra L7, di China. Model ini hadir kurang dari setahun setelah versi range-extender (EREV) diluncurkan.

Electra L7 EV menggunakan arsitektur listrik 800-volt yang mendukung kecepatan pengisian 6C. Baterai lithium-iron phosphate (LFP) dari SAIC memungkinkan pengisian daya enam kali lipat dari kapasitasnya.

>>> Penjualan Mobil Listrik NMC Melonjak 177 Persen Sepanjang 2025

Mobil ini ditenagai oleh satu motor listrik yang menghasilkan 378 hp. Jarak tempuhnya diperkirakan melebihi 435 mil (700 km) berdasarkan siklus CLTC China yang optimistis.

Desain dan Fitur Interior

Secara eksterior, Electra L7 EV hampir tidak berbeda dengan versi EREV.

Mobil ini memiliki lampu depan dan LED DRL yang sama, bumper depan identik, serta gril depan yang serupa.

Fitur khas termasuk LiDAR di atap, gagang pintu yang rata dengan bodi, dan beberapa pilihan desain velg rumit.

>>> Skema Insentif EV Baru Dinilai Perkuat Hilirisasi Nikel

Di bagian belakang, terdapat bumper hitam dengan trim perak dan lampu belakang sederhana.

Di dalam kabin, terdapat kluster instrumen digital 10,25 inci, layar infotainment sentral 15,6 inci, gril speaker metalik, dan pengisi daya nirkabel.

Buick belum mengumumkan harga untuk Electra L7 EV.

>>> Polda Jateng Batasi Pengulangan Ujian Praktik SIM Maksimal Dua Kali

Sebagai perbandingan, model EREV dibanderol mulai 173.900 yuan (sekitar Rp 385 juta) hingga 219.900 yuan (sekitar Rp 487 juta).