BAIC resmi meluncurkan mobil listrik perdananya dengan nama T1 pada 9 Juli 2026.

Nama yang sama sebelumnya sudah digunakan Jetour untuk SUV boksi mereka yang dirilis pada 3 Juni 2026.

>>> Bocoran Spek dan Desain Samsung Galaxy Z Flip8, Z Fold8, dan Z Fold8 Ultra

Lantas, apakah penggunaan nama yang identik ini bisa menimbulkan masalah hukum? Dhani Yahya, COO PT JIO Distribusi Indonesia, memberikan pandangannya.

Menurut Dhani, nomenklatur tipe yang terdiri dari alphabet dan angka tidak bisa dimiliki oleh satu merek tertentu.

"Nomenklatur untuk tipe, di dunia otomotif terutama yang alphabet seperti 'A,B,C' kemudian diikuti angka, ini tidak bisa didaftarkan secara akuisisi," ujarnya di Tangerang.

Dhani menjelaskan bahwa yang bisa diakuisisi hanyalah dari segi merek. Jika sebuah merek sudah didaftarkan lebih dulu, maka pihak lain yang menggunakan merek serupa bisa digugat.

"Jadi cuma brand-nya saja yang memang bisa menjadi dispute kalau misalnya BAIC sudah dipakai atau sudah didaftarkan ke HAKI sebagai hak intelektual," jelas Dhani.

>>> Setelah 17 Tahun, Pemain Minecraft Akhirnya Bisa Duduk

"Tapi untuk tipe, mungkin ada yang menggunakan T1 yang sama atau T5."

Ia menambahkan, nomenklatur tipe alphabet dan angka tidak bisa diakui sebagai identitas sebuah merek.

Dalam kasus ini, tidak ada pihak yang lebih dulu menggunakan atau memiliki hak eksklusif atas nama T1.

Sebagai contoh, Dhani menyebutkan nama M6 yang digunakan oleh dua merek berbeda. "Kalau disebutkan M6, di kepala kita ada brand yang satu (BMW) dan brand yang satu (BYD).

Mudah-mudahan itu tidak menjadi isu, untuk konsumen juga menjadi terbiasa nantinya," pungkasnya.

>>> Seattle Storm Kalahkan Los Angeles Sparks 82-64

BAIC T1 merupakan hatchback listrik, sedangkan Jetour T1 adalah SUV boksi dengan varian bensin dan PHEV (i-DM). Keduanya hadir di segmen harga yang mirip, yaitu sekitar Rp300 jutaan.