Banyak orang tua merasa anak zaman sekarang kurang menghargai sesuatu dan sulit berterima kasih. Fenomena ini dipengaruhi oleh pergeseran zaman.

Sebuah studi terhadap 355 ribu siswa SMA dari tahun 1976 hingga 2007 menunjukkan peningkatan keinginan materi pada remaja.

>>> Memahami Arti Puasa Tarwiyah dan Arafah Menjelang Iduladha 2026

Hal ini tidak diimbangi dengan dorongan kerja keras.

Psikoterapis asal Amerika Serikat, Christina Steinorth-Powell, LMFT, membagikan lima cara membantu anak belajar bersyukur.

Lima Cara Melatih Anak Bersyukur

1. Menjadi Teladan yang Baik

Anak-anak meniru tindakan nyata orang tua di rumah. Sikap keseharian orang tua sangat menentukan cara pandang anak terhadap materi.

"Anak-anak sangat memperhatikan perilaku orang tua mereka.

Jika mereka melihat orang tua menginginkan mobil terbaru, komputer tercepat, dan mode terkini, kemungkinan besar mereka juga akan menginginkan hal yang sama," tulis Christina.

"Lagi pula, buah tidak jatuh jauh dari pohonnya.

Jika Anda berpikir anak Anda tidak tahu berterima kasih, mungkin Anda perlu memeriksa apakah Anda juga demikian," lanjutnya.

2. Mengajak Anak Terlibat Kegiatan Sosial

Melibatkan anak dalam aksi kepedulian sosial memberikan pengalaman empiris yang berharga. Aktivitas sederhana seperti berbagi makanan ke panti sosial mengajarkan kebahagiaan dari proses memberi.

Penelitian membuktikan bahwa anak yang aktif menjadi sukarelawan memiliki kepekaan emosional yang tinggi. Mereka tidak hanya mementingkan diri sendiri, tetapi juga peduli pada kebutuhan lingkungan sekitar.

>>> Puasa Arafah 2026 Diperkirakan Jatuh pada 26 Mei, Ini Keutamaannya

3. Jadikan Apresiasi Rutinitas Harian

Membentuk kebiasaan bersyukur bisa dimulai dari meja makan melalui interaksi rutin keluarga. Kebiasaan ini melatih anak menghargai aspek-aspek non-materi dalam kehidupan.