PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) memperkirakan akan terjadi penyesuaian harga pada komponen purnajual kendaraan niaga.

Hal ini dipicu oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan euro.

>>> Minyak Rem Motor ABS Wajib Diganti Berkala demi Menjaga Keselamatan

Presiden Direktur DCVI Naeem Hassim mengatakan bahwa devaluasi rupiah membuat perusahaan kesulitan mempertahankan margin. Kondisi ini wajar dan akan berujung pada kenaikan harga.

Namun, tidak semua komponen akan langsung naik. Kebijakan penyesuaian harga suku cadang Mercedes-Benz akan bergantung pada strategi masing-masing diler.

Diler yang masih memiliki stok lama dengan harga sebelum rupiah melemah kemungkinan akan menahan harga.

>>> Suzuki Siap Luncurkan Crossover Fronx Berbahan Bakar Etanol 100 Persen Bulan Depan

Sebaliknya, diler yang stoknya habis harus melakukan pengadaan baru dengan kurs terkini, sehingga tidak bisa menghindari kenaikan harga.

Selain nilai tukar, situasi geopolitik di Timur Tengah juga menghambat rantai pasok suku cadang dari Eropa ke Indonesia.

Naeem Hassim menjelaskan bahwa jalur pengiriman terganggu, sehingga menjadi tantangan bagi Indonesia.

>>> Toyota Vios Hybrid Tantang Mazda 2 Sedan di Pasar Indonesia

DCVI berharap pemerintah terus merumuskan program insentif baru untuk menjaga iklim investasi asing tetap kondusif di tengah tekanan makroekonomi.