Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Selasa, 26 Mei 2026, diproyeksikan fluktuatif.

Pelaku pasar modal kini mengawasi ketat implementasi regulasi anyar terkait tata kelola ekspor satu pintu untuk komoditas Sumber Daya Alam (SDA).

>>> Karyawan Senior Meta di Singapura Di-PHK Sehari Setelah Melatih Tim Baru

Pergerakan indeks saham domestik diperkirakan bakal mengalami konsolidasi dalam rentang yang tidak terlalu lebar.

Analis Nico dalam kajiannya di Jakarta, Selasa, menyebut IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance di level 5.880 hingga 6.220.

Sentimen utama berasal dari penjelasan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengenai ekspor satu pintu komoditas SDA lewat PT Danantara Sumberdaya Indonesia.

Skema baru ini akan diterapkan bertahap mulai 1 Juni 2026, sebelum ditargetkan berjalan penuh pada 1 Januari 2027.

Komoditas kelapa sawit (CPO), batu bara, dan feronikel menjadi fokus utama dalam pengawasan fase pertama.

PT Danantara Sumberdaya Indonesia akan diposisikan sebagai co-exporter resmi pada sistem Indonesia National Single Window.

Namun, korporasi eksportir masih boleh mengirimkan komoditas melalui jaringan mitra dagang lama selama masa transisi.

Pemerintah memastikan akan memperketat pengawasan di lapangan untuk mengantisipasi praktik manipulasi harga komoditas.

Langkah ini diambil demi membenahi struktur ekspor dan menekan selisih data perdagangan dengan negara mitra strategis seperti China dan Amerika Serikat.

>>> Komnas HAM Desak Pemerintah dan DPR Revisi UU TPPO

Kendati bertujuan positif, pelaku pasar finansial merespons kebijakan tersebut dengan hati-hati.

Penerapan sistem baru dinilai berisiko meningkatkan biaya kepatuhan bagi perusahaan dalam jangka pendek.

"Investor akan mencermati apakah skema baru ini memperlancar tata niaga atau justru memperlambat arus ekspor dan cash flow perusahaan," jelas Nico.

Korporasi di sektor pertambangan batu bara, produsen CPO, serta emiten nikel akan merasakan dampak langsung secara instan.

Jika integrasi sistem berjalan lancar, posisi tawar komoditas Indonesia di pasar internasional diperkirakan semakin solid.

Regulasi ini juga diharapkan mampu memberantas praktik under invoicing dan transfer pricing.

Di sisi lain, tantangan psikologis pasar membayangi karena merosotnya citra pemerintah memicu skeptisisme investor terhadap kebijakan baru.

Akibatnya, aktivitas transaksi di bursa saham dan pasar obligasi domestik kurang bergairah.

>>> Persib Bandung Resmi Tunjuk Igor Tolic Gantikan Bojan Hodak

Pada pembukaan perdagangan Selasa pagi, IHSG sempat menguat 55 poin ke level 6.265.