Kemacetan lalu lintas di kota-kota besar Indonesia terbukti memperpendek usia pakai aki mobil.

Hal ini disebabkan sistem pengisian daya yang tidak bekerja optimal saat kendaraan mengalami situasi stop-and-go.

>>> Ford F-150 Kehilangan 60.000 Unit, Kini Die Kap Mesin Patah

Kepadatan jalan raya memaksa kendaraan bergerak lambat dan sering berhenti. Pola pergerakan ini mengganggu efisiensi komponen pengisi daya listrik kendaraan.

Direktur PT HTG Indonesia Distribusi, Adrian Tay, menjelaskan bahwa pengisian daya aki tidak berjalan maksimal. Mobil terus-menerus berhenti dan berjalan dalam jarak dekat.

"Karena jalan sebentar, terus berhenti, jalan lagi, berhenti lagi," kata Adrian di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).

Penurunan performa terjadi karena alternator tidak mampu menyuplai tenaga listrik secara penuh. Saat mobil melaju dalam kecepatan konstan di jalur lancar, pengisian daya lebih optimal.

>>> New Armada Luncurkan Bus Tingkat Skylander R25 Double Decker di Busworld 2026

Selain masalah pasokan listrik, lonjakan suhu di area bawah kap mesin turut memperparah kerusakan sel-sel aki.

Mobil yang terjebak macet dalam durasi lama membuat ruang mesin menjadi sangat panas.

"Ruang mesin menjadi sangat panas. Tidak bagus untuk baterai," ujarnya.

Tingginya temperatur di ruang mesin mempercepat kerusakan komponen internal aki. Hal ini terutama terjadi pada kendaraan yang setiap hari menembus jalur padat.

>>> GWM Perkenalkan Tank 500 Diesel Black Warrior Edition Edisi Terbatas

Untuk mengantisipasi mobil mogok mendadak, pemilik kendaraan disarankan melakukan pengecekan berkala. Pemilihan spesifikasi aki yang tepat sesuai kebutuhan sistem kelistrikan mobil modern juga penting.