Ford F-150 kembali menghadapi masalah produksi. Setelah kebakaran di pabrik pemasok aluminium tahun lalu, kini sebuah die kap mesin patah.

Penghentian produksi terjadi pada Kamis malam dan berlangsung hingga akhir pekan. Dengan libur Memorial Day, total produksi bisa terhenti selama empat hari.

>>> New Armada Luncurkan Bus Tingkat Skylander R25 Double Decker di Busworld 2026

Ford menjalankan dua shift 10 jam per hari di pabrik tersebut. Penghentian empat hari diperkirakan menyebabkan kehilangan hingga 2.500 truk.

Padahal, Ford sudah kekurangan sekitar 60.000 unit persediaan dibanding tahun lalu. Perusahaan sangat ingin meningkatkan produksi untuk mengurangi kekurangan ini.

Penyebab Penghentian Produksi

Ford perlu memperbaiki die kap mesin yang patah di pabrik stamping terdekat. Die adalah cetakan berat yang digunakan untuk membentuk panel aluminium pada kap F-150.

>>> GWM Perkenalkan Tank 500 Diesel Black Warrior Edition Edisi Terbatas

Menurut sumber yang tidak disebutkan namanya kepada Detroit Free Press, Ford mungkin harus menjalankan 'super Saturday' atau 'super Sunday'.

Ini berarti menambah shift di luar jadwal normal untuk meminimalkan dampak.

Sejak kebakaran di pabrik Novelis di New York pada September lalu, pasokan F-150 turun lebih dari 40 persen.

>>> Ekspor Kendaraan Jepang ke Timur Tengah Anjlok 90 Persen Akibat Perang

Ford berupaya meningkatkan produksi dan ingin menambah output Seri-F sebanyak 50.000 unit pada 2026, namun hal itu baru bisa dilakukan akhir tahun.