Astra UD Trucks kini tengah mematangkan rencana penggunaan truk listrik untuk operasional di kawasan pertambangan. Kesiapan infrastruktur penunjang menjadi perhatian utama.

Chief Executive Officer Astra UD Trucks, Bambang Widjanarko, mengungkapkan bahwa uji coba operasional sudah mulai dilakukan di sejumlah lokasi.

>>> BMW M 1000 RR Edisi Khusus Isle of Man TT, Harganya Setara Toyota Supra

Namun, ketersediaan pembangkit listrik menjadi tantangan.

"Truk listrik itu baterainya besar sekali. Jadi kemarin ada beberapa tambang yang sudah mulai ada trial coba, tapi kan infrastrukturnya harus disiapkan.

Yang jadi masalah adalah kalau di tambang harus ada power plant-nya, tidak semua tambang punya power plant," kata Bambang.

Ketiadaan fasilitas pembangkit listrik di area kerja akan mempersulit aktivitas pengisian daya. Peran pembangkit listrik sangat krusial, layaknya stasiun pengisian bahan bakar untuk kendaraan konvensional.

>>> Produsen Aki Varta Tahan Kenaikan Harga di Pasar Indonesia

Proses penggantian baterai juga memerlukan mekanisme khusus karena dimensi dan bobotnya yang masif. Bambang menjelaskan bahwa baterai truk listrik bisa mencapai berat 2 ton.

"Kalau pakai sistem swap untuk angkat baterainya harus pakai alat berat. Lalu pengisian dayanya pun power plant-nya harus besar, nah tambang belum semuanya siap soal itu," ujarnya.

Terkait kesiapan produk, pabrikan otomotif ini telah mematangkan portofolio kendaraan komersial berbasis listrik murni di Jepang.

>>> Korlantas Polri Targetkan Pelat Nomor Ditutup dalam Operasi Patuh 2026

Versi purwarupa truk listrik sempat dipamerkan dalam ajang pameran otomotif internasional di Jepang beberapa tahun lalu.