Produsen aki kendaraan bermerek Varta memutuskan untuk mempertahankan harga jual produk mereka di pasar Indonesia. Keputusan ini diambil di tengah lonjakan biaya produksi pada sejumlah sektor otomotif.

Kebijakan tersebut diumumkan setelah pihak manajemen melakukan pemantauan mendalam terhadap dinamika kondisi pasar nasional. Langkah ini ditempuh sebelum menetapkan penyesuaian nilai jual di masa mendatang.

>>> Korlantas Polri Targetkan Pelat Nomor Ditutup dalam Operasi Patuh 2026

Direktur PT HTG Indonesia Distribusi, Adrian Tay, menyatakan bahwa situasi industri saat ini bergerak sangat dinamis akibat pergeseran anggaran operasional manufaktur.

"Untuk saat ini sih belum ada kenaikan," ujarnya.

Langkah penstabilan ongkos beli ini diterapkan agar produk aki asal Jerman tersebut tetap terjangkau oleh mitra diler maupun masyarakat luas.

"Kami berusaha menjaga dan memberikan harga yang kompetitif untuk konsumen dan diler," kata Adrian Tay.

Merek global ini kini telah beroperasi di Indonesia dengan menyediakan komoditas bermutu tinggi serta sistem pendukung layanan purna jual yang dikelola secara modern.

>>> BMS pada Mobil Listrik Otomatis Cegah Overcharge saat Pengisian Daya

Hingga saat ini, manajemen internal belum merilis keputusan resmi mengenai lonjakan tarif komoditas mereka.

Evaluasi lingkungan bisnis berkala akan terus berjalan. "Untuk saat ini tidak ada perubahan.

Tapi kita bakal terus monitoring untuk kondisi market dan environment-nya," ujar Adrian Tay.

Di samping mempertahankan stabilitas nilai transaksi, perusahaan berkomitmen agar pemilik kendaraan tetap memperoleh perangkat penyimpan daya listrik yang sebanding antara kualitas dan nominal yang dibayarkan.

>>> iCar Indonesia Perluas Jaringan Diler Bersamaan Peluncuran SUV V23

"Kita juga memprioritaskan memberikan penawaran produk yang bagus dengan harga yang pas," pungkasnya.