Battery Management System (BMS) pada mobil listrik modern dipastikan mampu mencegah pengisian daya berlebih atau overcharge.

Teknologi ini mematahkan kekhawatiran pengguna kendaraan listrik terkait potensi kerusakan baterai saat dicas terlalu lama.

>>> iCar Indonesia Perluas Jaringan Diler Bersamaan Peluncuran SUV V23

Komponen tersebut memantau kondisi baterai secara menyeluruh, mulai dari suhu, arus listrik, hingga kapasitas pengisian daya. Hal ini guna memastikan keamanan prosedur pengisian.

Cara Kerja BMS Mencegah Overcharge

Aftersales Service Operation Manager Jaecoo, Bayu Agus Mustofa, menjelaskan alur proteksi otomatis pada BMS.

Menurutnya, charger akan mengalirkan listrik ke BMS yang memiliki teknologi cut-off saat baterai mencapai 100 persen.

"Saya jelaskan alurnya, itu dari charger akan masuk ke BMS, atau battery management system, yang dimana itu sudah punya teknologi untuk cut-off apabila baterai sudah 100 persen.

>>> Honda Prelude Hybrid Meluncur di Indonesia, Warna Merah Paling Diminati

Jadi ini kita pastikan aman," kata Bayu saat ditemui di Jakarta Utara, Minggu (24/5/2026).

Penghentian aliran listrik secara otomatis tersebut membebaskan pemilik kendaraan dari keharusan mencabut perangkat pengisi daya tepat waktu. Dengan demikian, pengisian semalaman pun tetap aman.

Meskipun sistem pengaman telah terpasang di hampir seluruh mobil listrik modern di Indonesia, sejumlah pabrikan otomotif tetap merekomendasikan batas pengisian harian tertentu.

>>> Toyota Luncurkan New GR Yaris dengan DNA Balap yang Lebih Kuat

Pembatasan kapasitas di bawah batas maksimal dinilai dapat membantu mempertahankan kesehatan baterai dalam jangka panjang.