Pendiri Xiaomi, Lei Jun, kerap mendapat julukan Steve Jobs dari China. Julukan itu muncul karena kemiripan gaya busana, visi bisnis, dan filosofi produk.

Namun, Lei Jun justru merasa kurang nyaman dengan perbandingan tersebut.

>>> Analis Ungkap Penyebab Nokia Kehilangan Dominasi Pasar Ponsel Dunia

Pada Oktober 2013, ia menuangkan keresahannya dalam unggahan di blog resmi Xiaomi China. Ia mengakui Steve Jobs sebagai inspirasi besar bagi Xiaomi, tetapi menolak disandingkan langsung.

"Jobs adalah orang hebat. Dia melakukan hal-hal brilian, mengubah dunia, dan menjadi inspirasi besar bagi Xiaomi.

Namun, membandingkannya dengan saya, tidak tepat sama sekali," tulis Lei Jun.

Ia menambahkan bahwa Xiaomi dan Apple memiliki karakter sangat berbeda. Ia heran ketika sering mendapat pertanyaan serupa dalam wawancara.

"Saya benar-benar tidak bisa berkata apa pun," katanya.

Tiga tahun setelah Xiaomi berdiri pada 2010, Lei Jun kerap ditanya soal strategi mengungguli Apple atau Samsung.

"Xiaomi baru beroperasi selama tiga tahun, bagaimana mungkin saya membandingkannya dengan raksasa global seperti Apple atau Samsung," jelasnya.

>>> DPR Tetapkan 68 RUU Prioritas 2026, Fokus pada Tata Kelola Digital

Selain julukan, Lei Jun menyoroti bias media lokal China yang menggunakan istilah "baofahu"—sebutan untuk orang miskin yang mendadak kaya—untuk menggambarkan Xiaomi.

Label negatif juga datang dari Wall Street Journal yang menyebut Xiaomi sebagai "shanzhai" atau produsen barang tiruan.

Label itu akhirnya dilepaskan setelah Wall Street Journal mewawancarai langsung dan melihat angka pertumbuhan bisnis Xiaomi.

"Wall Street Journal tidak pernah lagi menuduh kami membuat ponsel murahan karena melihat angka (pertumbuhan) kami," ujar Jun.

Namun, bias muncul kembali saat media lokal China menerjemahkan laporan tersebut dengan judul yang menyertakan istilah yang ditentang Lei Jun.

"Saya tidak berminat untuk berdebat soal semantik, tetapi semua orang bisa melihat bahwa terjemahan Mandarin dari Wall Street Journal mengandung bias," katanya.

>>> Mark Zuckerberg Pastikan Meta Tidak Lakukan PHK Massal Lagi Tahun Ini

Lei Jun juga mengeluhkan kritik pelanggan terhadap strategi pemasaran, termasuk penutupan masa pendaftaran minat produk. Meski menghadapi berbagai persoalan, ia tetap fokus memproduksi perangkat berkualitas dengan harga terjangkau.