OpenAI secara resmi meluncurkan alat verifikasi gambar online dalam fase preview publik.

Sistem ini dirancang untuk mendeteksi apakah sebuah gambar dibuat menggunakan model buatan mereka, seperti ChatGPT, OpenAI API, atau Codex.

>>> Meta PHK 8.000 Karyawan, Fokus Genjot Investasi AI

Langkah ini diambil sebagai upaya membangun ekosistem digital yang lebih tepercaya. OpenAI menerapkan pendekatan berlapis yang menggabungkan standar industri dan enkripsi metadata.

Teknologi yang Digunakan

Sistem verifikasi ini mengintegrasikan dua teknologi utama. Pertama adalah C2PA, standar terbuka yang menyematkan metadata ke dalam file gambar.

Metadata tersebut mencakup informasi mengenai alat yang digunakan, waktu pembuatan, hingga riwayat penyuntingan. Namun, metadata konvensional mudah dihapus melalui screenshot atau kompresi.

Kedua, OpenAI mengadopsi SynthID dari Google DeepMind. SynthID menanamkan watermark digital yang tidak kasat mata langsung ke dalam jalinan piksel gambar.

Dengan metode ini, tanda identifikasi tetap dapat terdeteksi meskipun gambar telah mengalami modifikasi.

>>> Peneliti Temukan Jalur Hemat Bahan Bakar Bumi ke Bulan

Cara Menggunakan

Masyarakat dapat memanfaatkan alat ini dengan mengunjungi situs resmi verifikasi OpenAI. Pengguna cukup mengunggah gambar menggunakan drag-and-drop atau memilih file dari perangkat.

Setelah gambar terunggah, sistem akan memindai sinyal C2PA dan SynthID selama beberapa detik. Hasil analisis muncul untuk menunjukkan status asal gambar dari ekosistem OpenAI beserta rincian pembuatannya.

Perbandingan Metode Verifikasi

  • Metadata C2PA: tersembunyi di data file, ketahanan rendah (mudah dihapus), informasi detail riwayat dan alat.
  • SynthID Watermark: tidak kasat mata pada piksel, ketahanan tinggi (tahan modifikasi/screenshot), identifikasi asal model.

Kelebihan dan Batasan

Alat ini mendukung standar terbuka C2PA yang dapat diadopsi industri luas. SynthID memberikan perlindungan ekstra terhadap manipulasi gambar sederhana, didukung antarmuka yang cepat.

Namun, sistem pemindaian saat ini hanya terbatas pada gambar yang dihasilkan oleh model internal OpenAI.

Sistem belum dapat mendeteksi gambar AI dari kompetitor seperti Midjourney atau Stable Diffusion, kecuali mereka mengadopsi standar yang sama.

>>> Karyawan Dipecat Hapus 96 Database Pemerintah AS Milik Opexus

Status teknologi yang masih dalam tahap preview membuat akurasi sistem akan terus dikembangkan.