Eksplorasi luar angkasa berpotensi menghemat biaya hingga jutaan dolar berkat penemuan rute baru Bumi-Bulan.

Jalur alternatif yang lebih efisien ini berhasil diidentifikasi oleh tim peneliti internasional menggunakan pemodelan komputer canggih.

>>> Karyawan Dipecat Hapus 96 Database Pemerintah AS Milik Opexus

Metode perhitungan rute terbaru memanfaatkan teori koneksi fungsional yang memangkas waktu komputasi model rumit.

Para peneliti menyimulasikan 30 juta lintasan berbeda ke Bulan, dengan 280.000 simulasi menjadi basis utama studi.

Jalur penerbangan antariksa yang lebih murah ini selama ini tersembunyi dari analisis konvensional.

Dalam operasionalnya, pesawat luar angkasa tidak memakai bahan bakar secara konstan, melainkan mengandalkan gaya gravitasi sebagai pendorong alami melalui Jaringan Transportasi Antarplanet.

Efisiensi rute baru bertumpu pada pemanfaatan gaya gravitasi Bumi dan Bulan secara optimal.

Studi membuktikan bahwa masuk dari sisi sebaliknya memberikan keuntungan besar dibandingkan lintasan alami atau variate orbit Bulan yang dekat Bumi.

"Daripada berasumsi bahwa lebih mudah memilih bagian variate yang paling dekat dengan Bumi, kita dapat menggunakan analisis sistematis dengan metode yang lebih cepat untuk mencoba menemukan solusi yang tidak biasa," ujar Vitor Martins de Oliveira, peneliti pascadoktoral di Universitas São Paulo, Brasil.

Melalui pelintasan di jalur tersembunyi ini, dorongan gravitasi alami yang diperoleh menjadi jauh lebih melimpah.

>>> Kekuasaan dalam Infrastruktur Digital: Ancaman Tersembunyi bagi Kedaulatan Indonesia

Rute tersebut dilaporkan bisa menghemat konsumsi bahan bakar sebesar 58,80 meter per detik dibandingkan jalur termurah yang pernah diketahui sebelumnya.

Keunggulan Sinyal Komunikasi

Selain efisiensi bahan bakar, lintasan baru ini memiliki kelebihan dalam menjaga konektivitas sinyal komunikasi dengan Bumi agar tidak terputus.