Pendiri Amazon Jeff Bezos menyatakan bahwa kecerdasan buatan (AI) akan meringankan beban kerja manusia dan mendorong produktivitas ekonomi global, sehingga menurunkan harga kebutuhan pokok.

Pandangan optimis tersebut disampaikan Bezos dalam wawancara dengan CNBC. Ia menilai kehadiran AI justru harus disyukuri karena tidak akan merebut lapangan pekerjaan.

>>> Google Luncurkan Wear OS 7 dengan Adopsi Fitur Android 17

Bezos menyamakan AI dengan alat berat gratis yang membantu pekerjaan fisik. "Jika Anda menggali ruang bawah tanah dengan sekop, lalu diberi buldoser, Anda seharusnya bahagia," ujarnya.

Melalui efisiensi ini, Bezos memproyeksikan deflasi di sektor pangan hingga konstruksi perumahan, membuat biaya hidup sangat terjangkau.

Kondisi ini bisa membuat salah satu pasangan dengan penghasilan ganda memilih berhenti bekerja, memicu kekurangan tenaga kerja, bukan pengangguran massal.

Pekerjaan profesional seperti software engineer diprediksi tetap bertahan, dengan peran manusia beralih sebagai perumus masalah, sementara eksekusi kode dilakukan AI.

>>> Axioo Gandeng Primacom Kembangkan Solusi AI Enterprise Lokal

Skenario ini dapat terwujud jika pemerintah memberi ruang tumbuh bagi AI tanpa pengetatan regulasi yang terlalu cepat.

Namun, pandangan Bezos menuai kritik.

Di tengah narasi kesejahteraan AI, Amazon bersama raksasa teknologi lain justru melakukan PHK terhadap puluhan ribu karyawan untuk menekan biaya.

>>> Anduril dan Meta Kembangkan Headset AR Canggih untuk Militer AS

"Alih-alih memberi buldoser, perusahaan teknologi saat ini tampaknya lebih memilih melindas pekerjanya dengan alat berat tersebut," ujar seorang pengamat.