"Misi Artemis 2, misalnya, sempat kehilangan komunikasi dengan Bumi karena posisinya tepat berada di belakang Bulan," kata Oliveira.

"Orbit yang kami usulkan adalah solusi yang menjaga komunikasi tetap tanpa gangguan."

Kendati menjanjikan, rute ini belum menjadi akhir perburuan jalur hemat Bumi-Bulan. Pemodelan yang digunakan saat ini baru memasukkan variabel gaya gravitasi Bumi dan Bulan saja.

Penelitian lanjutan direncanakan untuk mengintegrasikan variabel lain seperti gaya gravitasi Matahari. Hal ini diprediksi mampu membuka jalur dengan penghematan ongkos yang lebih besar.

"Analisis sistematis yang kami terapkan dalam karya kami adalah sesuatu yang dapat diadopsi secara lebih luas di masa depan," ujar Allan Kardec de Almeida Júnior, penulis utama studi dari Universitas Coimbra, Portugal.

>>> Tren PHK akibat AI Masih Berlanjut, Meta Rumahkan 8.000 Pegawai

Studi yang membuka dimensi baru dalam sistem transportasi antariksa ini telah dipublikasikan di jurnal Astrodynamics pada 10 April.