Abrasi pantai di kawasan Pura Dang Kahyangan Rambut Siwi di Jembrana, Bali, kian parah. Ombak terus menggerus bangunan suci tersebut hingga beberapa bagian hancur dan nyaris roboh.

Kerusakan terparah terjadi di bagian bawah pura. Tembok penyengker dan Kori Pura Tirta telah hancur total akibat terjangan ombak.

>>> Pemkot Medan Tanggung Biaya Pengobatan Korban Begal Lewat Perwal Baru

Selain itu, Bale Pesandegan di dalam area pura juga jebol dan posisinya miring. Kondisi ini membuat para pemedek khawatir saat beribadah.

Jika tidak segera ditangani, seluruh kompleks pura diprediksi rata dengan tanah.

Juru Sapuh Pura Tirta, Mangku Widi, mengungkapkan abrasi sudah sangat parah. Banyak bagian pura yang hancur dan perlu penanganan segera.

Mangku Widi menambahkan, tanpa tindakan nyata, keberadaan Pura Tirta terancam hilang. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah.

Perbekel Yehembang Kangin, Gede Suardika, membenarkan dampak abrasi yang parah.

>>> Pemprov Kalteng Hapuskan Denda Pajak Kendaraan Bermotor hingga Juli 2026

Pihak desa dan pengempon pura telah melaporkan kerusakan ke Pemerintah Daerah Jembrana dan mengajukan permohonan penanganan ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida.

Menurut Gede Suardika, kerusakan sudah skala besar sehingga penanganan harus sesuai teknis dan menjadi kewenangan BWS.

Tim teknis BWS Bali Penida sudah melakukan survei ke lokasi. Namun, hingga kini belum ada tindakan fisik yang berjalan.

Sebelumnya, upaya darurat dilakukan secara gotong royong oleh kecamatan, TNI/Polri, desa, dan masyarakat. Mereka memasang tanggul sementara dengan karung berisi pasir.

>>> D'Masiv Rilis Lagu Baru dan Bersiap Rekaman di Abbey Road Studios

Namun, karena tingkat kerusakan berat, upaya itu tidak efektif. Gede Suardika mengatakan gotong royong sempat dilakukan, tetapi tidak mampu menahan abrasi skala besar.