Lei Jun, pendiri sekaligus CEO Xiaomi, merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh di industri teknologi global. Namun, sebelum sukses, pria berusia 56 tahun itu memiliki perjuangan berat.

Ia pernah menyebarkan brosur di jalan saat awal merintis Xiaomi dan tidak digubris orang-orang.

>>> Kaspersky: 45,7% Orang Dewasa Alami Pelanggaran Digital

Sebar Brosur Sendirian di Jalan

Lei Jun merintis Xiaomi pada 2010 bersama mantan eksekutif Google di China, Lin Bin.

Pada 2011, dalam sebuah video lawas yang populer di Instagram, ia tampak membagikan brosur ke pengguna jalan untuk disurvei.

Sejumlah orang yang ia hampiri tampak kurang tertarik. Bahkan, beberapa menolak berbincang dengan menggerakkan tangan sebagai simbol penolakan.

Dalam video itu, Lei Jun mengenakan kaos polo hitam sambil menggenggam gadget berlayar besar. Walau mendapat penolakan, ia tetap berupaya menjaring pengunjung lain sendirian tanpa rekan atau tim.

Perjuangan itu kini membuahkan hasil. Seiring berkembangnya Xiaomi, nama Lei Jun ikut melambung tinggi.

Dulu tidak digubris, sekarang semua mata tertuju padanya.

Dalam ajang Asia Annual Conference 2025 di Boao, China, pada akhir Maret 2025, Lei Jun yang berjalan di venue menjadi sorotan kamera.

Banyak orang berusaha mendekat, tetapi dihalau pengawal. Meski terkenal, senyum tak pernah hilang dari wajah pria kelahiran Hubei itu.

Kerap Disandingkan dengan Steve Jobs

Nama Lei Jun kini kerap disandingkan dengan legenda Apple, Steve Jobs. Ia pun dijuluki "Steve Jobs-nya China".

Julukan itu muncul karena banyak faktor, mulai dari gaya berpakaian, gaya kepemimpinan, visi, hingga pendekatan produk Xiaomi.

Meski terdengar sebagai pujian, Lei Jun yang mengagumi Jobs justru merasa tidak nyaman terus-menerus dikaitkan.