Infobip memproyeksikan teknologi Rich Communication Services (RCS) akan menjadi alternatif kuat dalam lanskap komunikasi digital bagi berbagai brand di Indonesia.

Inovasi ini dinilai mampu memperkaya interaksi perusahaan dengan pelanggan melalui pesan multimedia yang interaktif.

>>> Kaspersky: 45,7% Orang Dewasa Alami Pelanggaran Digital

Kesiapan Infrastruktur

Kesiapan infrastruktur menjadi elemen krusial untuk mendorong adopsi RCS for Business di pasar domestik.

Kolaborasi erat dengan operator telekomunikasi lokal sangat dibutuhkan untuk memperluas jangkauan layanan tersebut ke masyarakat.

“Dengan basis pengguna yang sangat besar di Indonesia, Telkomsel memegang peran penting dalam kemitraan ini untuk memperkuat infrastruktur RCS for Business,” ujar Kukuh Prayogi, Enterprise Business Director Infobip Indonesia.

Langkah nyata ekosistem ini sudah diinisiasi sejak tahun 2025 melalui kemitraan strategis antara Infobip, Telkomsel, dan Google.

Integrasi jaringan dan pengembangan teknologi inti tersebut dirancang untuk mempermudah distribusi layanan ke segmen pelanggan enterprise.

Kombinasi jaringan seluler yang luas dan sistem bawaan gawai saat ini memangkas hambatan kompatibilitas perangkat.

Dominasi sistem operasi Android di pasar domestik tercatat sangat tinggi dalam beberapa tahun terakhir.

“Di perangkat Android, adopsi RCS relatif lebih mudah karena teknologi ini sudah tersedia secara bawaan melalui Google Messages,” kata Kukuh.

Ekosistem komunikasi ini juga semakin terbuka lebar seiring hadirnya dukungan serupa pada pembaruan iOS 18 milik Apple.

>>> Haluancorp Luncurkan Robustapp, Platform ERP Berbasis Augmented Intelligence

Meskipun peluangnya besar, implementasi skala luas di negara kepulauan masih menghadapi tantangan latensi dan kualitas koneksi internet yang belum merata.

“Di negara kepulauan seperti Indonesia, dengan kualitas koneksi yang berbeda-beda di tiap wilayah, latensi menjadi faktor penting,” jelas Kukuh.