Samsung Hentikan Aplikasi Perpesanan Samsung Messages Mulai Juli 2026
Samsung secara resmi mengumumkan penghentian aplikasi perpesanan bawaan mereka, Samsung Messages, mulai Juli 2026.
Langkah ini menandai berakhirnya layanan yang telah menemani pengguna Galaxy selama 17 tahun sejak pertama kali diluncurkan pada 2009.
>>> Teknologi Event Efisienkan Biaya Operasional dan Tingkatkan Pengalaman Peserta
Perusahaan asal Korea Selatan itu mengarahkan pengguna untuk beralih ke Google Messages sebagai aplikasi perpesanan utama.
Kebijakan ini diambil demi menyeragamkan pengalaman pengguna di seluruh ekosistem Android, terutama dalam mengadopsi teknologi Rich Communication Services (RCS).
Alasan Penghentian Samsung Messages
Kebutuhan akan sistem keamanan yang lebih kuat dan fitur-fitur canggih menjadi faktor utama di balik penutupan ini.
Google Messages mendukung penuh protokol RCS yang memungkinkan pengiriman pesan teks terenkripsi end-to-end antarperangkat Android maupun ke iPhone melalui iMessage.
Selain peningkatan privasi, integrasi ini juga bertujuan mengurangi fragmentasi aplikasi pada perangkat Android. Dengan demikian, distribusi pembaruan fitur dapat berjalan lebih seragam kepada seluruh pengguna.
Proses penghentian akan dilakukan secara bertahap mulai Juli 2026. Wilayah Amerika Serikat menjadi pasar pertama yang mengalami penutupan, sebelum kemudian meluas ke pasar global lainnya.
Pengguna sangat disarankan untuk segera melakukan pencadangan data guna menghindari risiko kehilangan riwayat pesan. Beberapa laporan pengguna mengindikasikan adanya kendala teknis berupa hilangnya pesan saat proses transisi berlangsung.
Metode Pencadangan Data Pesan
- Google Drive: Paling praktis, terintegrasi langsung dengan akun Android.
- Samsung Cloud: Opsi bawaan bagi pengguna setia ekosistem Samsung.
- SSD/Penyimpanan Eksternal: Paling aman dari risiko kegagalan sinkronisasi cloud.
Kelebihan dan Kekurangan Google Messages
Perpindahan ini menuntut adaptasi bagi pengguna setia Samsung Messages.
>>> Microsoft Copot General Manager Israel Imbas Skandal Pengintaian
Update Terbaru
Dell Ubah Standar Evaluasi Infrastruktur AI Perusahaan dengan Dua Metrik Baru
Selasa / 19-05-2026, 23:09 WIB
xAI Rilis Grok Build, Asisten Coding AI untuk Saingi Claude Code
Selasa / 19-05-2026, 23:04 WIB
Mantan CEO Google Eric Schmidt Dicemooh Mahasiswa Saat Bahas AI
Selasa / 19-05-2026, 22:59 WIB
BYD Ungkap Alasan Bawa Teknologi Dual Mode ke Indonesia
Selasa / 19-05-2026, 22:54 WIB
Kemnaker, IOH, dan Wadhwani Foundation Integrasikan Pelatihan AI di SIAPKerja
Selasa / 19-05-2026, 22:49 WIB
Moving Season 2 Resmi Mulai Produksi, Ryu Seung-ryo Cs Kembali
Selasa / 19-05-2026, 22:44 WIB
Bocoran Redmi K100 Pro: Baterai 9.000mAh dan Snapdragon 8 Elite
Selasa / 19-05-2026, 22:39 WIB
Asus Rilis Vivobook 16SE Pesaing MacBook Neo dan Laptop Gaming ROG Strix 2026
Selasa / 19-05-2026, 22:34 WIB
Virtuos Incar Port GTA 5 dan Red Dead Redemption 2 ke Nintendo Switch
Selasa / 19-05-2026, 22:29 WIB
Asus ROG Strix Scar 18 Mendefinisikan Ulang Performa CPU Laptop Gaming
Selasa / 19-05-2026, 22:24 WIB
Teknologi Event Efisienkan Biaya Operasional dan Tingkatkan Pengalaman Peserta
Selasa / 19-05-2026, 22:14 WIB
Chery Buka Pemesanan Mobil Listrik Baru Chery Q di Indonesia
Selasa / 19-05-2026, 22:09 WIB
Microsoft Copot General Manager Israel Imbas Skandal Pengintaian
Selasa / 19-05-2026, 22:04 WIB
Mantan Pegawai NCS Singapura Dihukum Penjara Usai Hapus 180 Server
Selasa / 19-05-2026, 21:59 WIB






