Microsoft Copot General Manager Israel Imbas Skandal Pengintaian

Microsoft mencopot General Manager Microsoft Israel Alon Haimovich dari jabatannya pada Selasa, 19 Mei 2026.
Pencopotan ini buntut dari skandal penyalahgunaan infrastruktur cloud Azure untuk mengintai warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat.
>>> Mantan Pegawai NCS Singapura Dihukum Penjara Usai Hapus 180 Server
Haimovich telah menjabat sebagai GM Microsoft Israel selama empat tahun. Untuk sementara, kendali manajemen diambil alih oleh Microsoft Prancis.
Skandal Pengintaian Massal
Skandal ini terungkap setelah laporan The Guardian dan +972 Magazine membongkar penggunaan server Microsoft oleh badan intelijen Israel.
Operasi pemantauan massal dilakukan terhadap komunikasi warga Palestina.
Penyalahgunaan tersebut bermula dari kesepakatan tahun 2021 antara CEO Microsoft Satya Nadella dan Komandan Unit 8200 Israel Yossi Sariel.
Kesepakatan itu kemudian diperluas secara masif oleh Unit 8200 setelah Peristiwa 7 Oktober 2023.
Militer Israel secara rahasia menyimpan database berisi jutaan rekaman panggilan telepon warga Palestina di pusat data Azure yang berlokasi di Eropa, tepatnya di Belanda dan Irlandia.
Hingga Juli 2025, data center Azure menampung lebih dari 1.500 TB data militer Israel, setara dengan 200 juta jam audio.
>>> 1 Jam Presale, Tiket Rp14 Juta Konser The Weeknd Ludes Dipesan
Kapasitas pemrosesan mencapai 1 juta panggilan telepon per jam.
Infrastruktur Azure khusus ini dibangun oleh kontraktor militer Israel yang bekerja sama erat dengan pegawai internal Microsoft.
Tujuannya untuk mendukung platform penargetan berbasis AI bernama Gospel dan Lavender dalam menyiapkan serangan udara di Gaza.
Aksi ini memicu protes internal melalui kampanye 'No Azure for Apartheid' oleh karyawan Microsoft. Mereka prihatin atas potensi keterlibatan dalam kejahatan perang dan pelanggaran hukum Uni Eropa.
Akhirnya, akses Unit 8200 dimatikan setelah mendapat tekanan publik.
Kajian internal Microsoft mengakui adanya kegagalan manajemen serta kurangnya transparansi. Hal ini telah merusak hubungan kepercayaan antara kantor pusat dengan kantor cabang mereka di Israel.
>>> Sam Altman Sebut Elon Musk Ingin Kuasai OpenAI di Sidang
Infrastruktur Azure khusus ini dibangun oleh kontraktor militer Israel yang bekerja sama erat dengan pegawai internal Microsoft untuk mendukung platform penargetan berbasis AI bernama Gospel dan Lavender dalam menyiapkan serangan udara di Gaza.
Update Terbaru
xAI Rilis Grok Build, Asisten Coding AI untuk Saingi Claude Code
Selasa / 19-05-2026, 23:04 WIB
Mantan CEO Google Eric Schmidt Dicemooh Mahasiswa Saat Bahas AI
Selasa / 19-05-2026, 22:59 WIB
BYD Ungkap Alasan Bawa Teknologi Dual Mode ke Indonesia
Selasa / 19-05-2026, 22:54 WIB
Kemnaker, IOH, dan Wadhwani Foundation Integrasikan Pelatihan AI di SIAPKerja
Selasa / 19-05-2026, 22:49 WIB
Moving Season 2 Resmi Mulai Produksi, Ryu Seung-ryo Cs Kembali
Selasa / 19-05-2026, 22:44 WIB
Bocoran Redmi K100 Pro: Baterai 9.000mAh dan Snapdragon 8 Elite
Selasa / 19-05-2026, 22:39 WIB
Asus Rilis Vivobook 16SE Pesaing MacBook Neo dan Laptop Gaming ROG Strix 2026
Selasa / 19-05-2026, 22:34 WIB
Virtuos Incar Port GTA 5 dan Red Dead Redemption 2 ke Nintendo Switch
Selasa / 19-05-2026, 22:29 WIB
Asus ROG Strix Scar 18 Mendefinisikan Ulang Performa CPU Laptop Gaming
Selasa / 19-05-2026, 22:24 WIB
Samsung Hentikan Aplikasi Perpesanan Samsung Messages Mulai Juli 2026
Selasa / 19-05-2026, 22:19 WIB
Teknologi Event Efisienkan Biaya Operasional dan Tingkatkan Pengalaman Peserta
Selasa / 19-05-2026, 22:14 WIB
Chery Buka Pemesanan Mobil Listrik Baru Chery Q di Indonesia
Selasa / 19-05-2026, 22:09 WIB
Mantan Pegawai NCS Singapura Dihukum Penjara Usai Hapus 180 Server
Selasa / 19-05-2026, 21:59 WIB
Polres Majalengka Percepat Penerbitan SKCK dengan Sistem Antrean Elektronik
Selasa / 19-05-2026, 21:51 WIB






