Mantan CEO Google Eric Schmidt Dicemooh Mahasiswa Saat Bahas AI
Mantan CEO Google, Eric Schmidt, menjadi sasaran ejekan mahasiswa saat berbicara dalam acara kelulusan di University of Arizona.
Ia menyampaikan pidato tentang perkembangan kecerdasan buatan (AI).
>>> Kemnaker, IOH, dan Wadhwani Foundation Integrasikan Pelatihan AI di SIAPKerja
Schmidt memulai pidatonya dengan menceritakan masa sekolah dan sejarah awal komputer. Ia kemudian membahas evolusi teknologi hingga internet dan media sosial.
Ia membandingkan lompatan AI dengan revolusi yang dibawa komputer. Namun, saat ia menyebut generasi muda bisa berkontribusi mengembangkan AI, sorakan protes langsung terdengar.
"Sekarang kalian dapat mengumpulkan tim agen AI untuk membantu kalian dengan hal yang tidak akan pernah bisa kalian selesaikan sendiri.
Ketika seseorang menawarkan tempat duduk di pesawat roket, kalian tidak perlu bertanya tempat duduk yang mana, kalian langsung naik saja," kata Schmidt.
Schmidt mengakui adanya kecemasan di kalangan generasi muda. "Saya tahu apa yang kalian rasakan tentang hal itu.
Ada ketakutan...
ada ketakutan di generasi kalian bahwa masa depan telah ditulis, bahwa mesin-mesin akan datang, bahwa lapangan kerja akan lenyap, bahwa iklim akan memburuk, bahwa politik terpecah belah, dan bahwa kalian mewarisi kekacauan yang tidak kalian ciptakan, dan saya memahami ketakutan itu," ujarnya.
>>> Moving Season 2 Resmi Mulai Produksi, Ryu Seung-ryo Cs Kembali
Kekhawatiran akan Masa Depan Pekerjaan
Kehadiran AI diprediksi bakal mengeliminasi peluang kerja entry-level bagi lulusan baru. Hal ini memicu sentimen negatif dari mahasiswa terhadap petinggi teknologi yang mempromosikan AI.
Reaksi keras para wisudawan sejalan dengan jajak pendapat Gallup.
Survei menunjukkan hanya 43% warga AS usia 15-34 tahun yang menganggap saat ini waktu tepat untuk memperoleh pekerjaan, merosot dari 75% pada 2022.
Penolakan terhadap narasi AI di kampus tidak hanya dialami Schmidt. Eksekutif real estate Gloria Caulfield juga mendapat reaksi serupa saat berpidato di University of Central Florida.
"Munculnya kecerdasan buatan adalah revolusi industri berikutnya," kata Caulfield.
Eric Schmidt tidak menampik adanya kecemasan mendalam di kalangan generasi muda dalam menyongsong masa depan yang didominasi oleh teknologi kecerdasan buatan.
>>> Samsung Hentikan Aplikasi Perpesanan Samsung Messages Mulai Juli 2026
Ia menyatakan memahami ketakutan bahwa masa depan telah ditulis, mesin akan datang, lapangan kerja lenyap, iklim memburuk, dan politik terpecah belah.
Update Terbaru
Prabowo Genjot Konversi Kendaraan Listrik untuk Hemat Devisa
Kamis / 21-05-2026, 01:03 WIB
Pemprov Jatim Selaraskan Kurikulum Vokasi dengan Kebutuhan Industri
Kamis / 21-05-2026, 00:55 WIB
Chery Q Resmi Diperkenalkan, SUV Listrik Kompak untuk Anak Muda
Kamis / 21-05-2026, 00:53 WIB
MD Pictures Remake Film Horor Korea Gonjiam: Haunted Asylum, Tayang Juli 2026
Kamis / 21-05-2026, 00:48 WIB
Disney Bawa Star Wars ke Ketinggian 500 Meter untuk Promosi Film Terbaru
Kamis / 21-05-2026, 00:43 WIB
Fedi Nuril Antar Jenazah Ibunda ke TPU Karet Bivak, Tangis Pecah saat Pemakaman
Kamis / 21-05-2026, 00:39 WIB
Pelemahan Rupiah Kerek Biaya Proyek Infrastruktur Telekomunikasi
Kamis / 21-05-2026, 00:33 WIB
Volvo Indonesia Optimistis Jual SUV Listrik Mewah Meski Rupiah Melemah
Kamis / 21-05-2026, 00:28 WIB
Meta PHK 8.000 Karyawan Global, Fokus pada Investasi AI
Kamis / 21-05-2026, 00:23 WIB
Lenovo Luncurkan Charger GaN Legion 300W Ringkas Berteknologi Baru
Kamis / 21-05-2026, 00:18 WIB
Nikita Mirzani Optimistis Menang Gugatan PMH Rp 244 Miliar Melawan Reza Gladys
Kamis / 21-05-2026, 00:13 WIB
Amazon Prime Video Tayangkan Episode Final The Boys Season 5
Kamis / 21-05-2026, 00:08 WIB
Alarm Azan di HP Bikin Pesawat Southwest Airlines Mendarat Darurat
Kamis / 21-05-2026, 00:03 WIB
Bioskop Trans TV Malam Ini: The Doorman dan Fear The Night
Rabu / 20-05-2026, 23:59 WIB






