Prabowo Genjot Konversi Kendaraan Listrik untuk Hemat Devisa
Presiden RI Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk menggenjot proyek konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik.
Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) dan menghemat devisa negara.
>>> Chery Q Resmi Diperkenalkan, SUV Listrik Kompak untuk Anak Muda
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 pada Rabu (20/5/2026).
Program konversi ini akan disinergikan dengan berbagai inisiatif ramah lingkungan lainnya untuk menjaga pasokan energi di masa depan.
Pemerintah akan mengakselerasi pemanfaatan energi baru terbarukan sebagai penopang utama elektrifikasi. Salah satu langkah konkret adalah percepatan produksi listrik dari tenaga surya.
"Produksi listrik dari tenaga surya akan kita percepat. Kita sudah canangkan akan membangun 100 GW dari tenaga surya, dalam tiga tahun ini," ujar Prabowo.
"Kita padukan ini dengan konversi motor dan mobil, dari motor dan mobil BBM ke listrik.
Insha Allah kita akan hilangkan ketergantungan kita kepada impor BBM dan kita akan menghemat devisa," kata Prabowo.
>>> Volvo Indonesia Optimistis Jual SUV Listrik Mewah Meski Rupiah Melemah
Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan target ambisius untuk mengonversi hingga 120 juta unit sepeda motor bensin menjadi motor listrik.
Target ini mencerminkan rencana transformasi armada roda dua secara menyeluruh dari hulu ke hilir.
Program konversi ini menghadirkan tantangan baru bagi industri otomotif domestik. Kesiapan infrastruktur pengisian daya dan rantai pasok komponen lokal masih perlu dipercepat.
Meski demikian, komitmen kuat dari pemerintah diharapkan dapat mendorong regulasi teknis bagi para pemangku kepentingan.
Program ini memicu tantangan baru bagi sektor industri otomotif domestik.
>>> KPP Pratama Jakarta Kebayoran Lama Lelang Toyota Alphard Rp 99 Juta
Kesiapan infrastruktur pengisian daya serta rantai pasok komponen lokal masih memerlukan percepatan, meskipun komitmen kuat dari pemerintah diharapkan mampu mendorong regulasi teknis para pemangku kepentingan.
Update Terbaru
Bandara YIA Gagal Berangkatkan 13 Jemaah Haji Asal DIY
Kamis / 21-05-2026, 02:16 WIB
Disdukcapil Tapanuli Utara Jemput Bola Rekam KTP Elektronik Siswa SMUN 1 Garoga
Kamis / 21-05-2026, 02:15 WIB
Oppo A6C Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 7000mAh dan Performa Anti Lag
Kamis / 21-05-2026, 02:14 WIB
Sutradara Perfect Crown Akui Kesalahan Sejarah yang Picu Kontroversi Netizen
Kamis / 21-05-2026, 02:14 WIB
Instagram Rilis Fitur Instants di Indonesia, Foto Real-Time Mirip BeReal
Kamis / 21-05-2026, 02:14 WIB
Syabil Umar Basalamah Juarai Kejurnas Karting Eshark Rok Cup 2026
Kamis / 21-05-2026, 02:13 WIB
16 Biksu Jalani Ritual Thudong dari Jepara Menuju Candi Sewu
Kamis / 21-05-2026, 02:10 WIB
Lenovo Resmi Rilis ThinkPad E14 Gen 8 dengan Prosesor AMD Zen 5 dan RAM 64 GB
Kamis / 21-05-2026, 02:09 WIB
Rayakan Satu Dekade, Sony Rilis Headphone Mewah WH-1000X The ColleXion
Kamis / 21-05-2026, 02:09 WIB
Sooyoung SNSD Pertimbangkan Tawaran Main Drama I Went to School
Kamis / 21-05-2026, 02:09 WIB
GOTO Dukung Penataan Ojek Online dan Siapkan Ruang Komunikasi Mitra
Kamis / 21-05-2026, 02:08 WIB
Google Resmi Luncurkan Agen AI Gemini Spark di Konferensi I/O 2026
Kamis / 21-05-2026, 02:08 WIB
Android Tawarkan Fleksibilitas Tinggi yang Sulit Ditandingi iPhone
Kamis / 21-05-2026, 02:08 WIB
Sutradara Ungkap Film The Hunt for Gollum Usung Psikologi Ala Joker
Kamis / 21-05-2026, 02:03 WIB






