Volvo Car Indonesia meluncurkan SUV listrik premium EX90 dengan harga Rp 2,55 miliar di tengah tekanan ekonomi akibat pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang menyentuh Rp 17 ribu.

Produsen otomotif asal Swedia itu yakin produknya tetap diminati oleh konsumen di Tanah Air.

>>> KPP Pratama Jakarta Kebayoran Lama Lelang Toyota Alphard Rp 99 Juta

Strategi peluncuran ini didasarkan pada basis pelanggan setia yang menyukai kendaraan premium Eropa.

Target Pasar Spesifik

Product Planning Volvo Car Indonesia, Ilham Suryo Aldianto, mengatakan bahwa Volvo memiliki segmentasi konsumen yang spesifik di Indonesia.

Mereka terutama adalah mereka yang tertarik pada mobil-mobil pabrikan Eropa.

"Globally dari secara market model kita, yang kita di-provide dan yang kita study juga, kita compete dengan premium European brand.

Jadi itu main target demografi kita dan juga target customer base kita," ungkap Ilham di sela-sela peluncuran EX90 di Jakarta pada 19 Mei 2026.

Dengan demikian, Volvo tidak terlalu terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro yang kurang kondusif.

Harga Sudah Dikunci Sejak Tahun Sebelumnya

Mengenai fluktuasi nilai tukar dolar yang terus menekan rupiah, pihak manajemen memastikan harga jual mobil listrik tidak berubah mendadak.

>>> Wang Leehom Gunakan Honor Denza untuk Beli Saham BYD

Perhitungan harga sudah diantisipasi sejak jauh-jauh hari.

Ilham memberikan jaminan bahwa penetapan harga untuk lini kendaraan listrik Volvo di Indonesia telah dikunci dari tahun-tahun sebelumnya.

"Kita juga melihat market effect-nya, tapi so far pada saat ini, kita dari harga mobil sendiri, sudah firm dari tahun-tahun sebelumnya.

Jadi kelak nanti akan gimana, kita juga lihat progres pemerintah seperti apa.

Namun untuk saat ini, kita belum ada isu yang cukup besar, yang berdampak ke kita (market mobil premium)," ungkap Ilham.

Dengan demikian, gejolak kurs saat ini tidak langsung memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap penjualan Volvo di Indonesia.

Peluncuran EX90 bertepatan dengan lesunya ekonomi domestik yang ditandai oleh pelemahan rupiah serta jatuhnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke posisi terendah.

>>> Isuzu Pasang Mesin Common Rail untuk Tingkatkan Efisiensi Bahan Bakar

Meskipun situasi pasar dinilai kurang kondusif, Volvo Car Indonesia meyakini produk mereka tetap memiliki tempat di hati konsumen tanah air.