Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Koordinasi Wilayah III Malang bersama Tim Koordinasi Daerah Vokasi menggelar pertemuan untuk menyelaraskan kurikulum pelatihan dengan kebutuhan dunia usaha, industri, dan dunia kerja.

Kegiatan berlangsung di Kantor Bakorwil Malang pada Selasa, 19 Mei 2026.

>>> MD Pictures Remake Film Horor Korea Gonjiam: Haunted Asylum, Tayang Juli 2026

Dorong Lulusan Siap Kerja

Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan pasar kerja modern yang bergeser dari pola padat karya menjadi berbasis produktivitas dan keahlian spesifik.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Februari 2026, Tingkat Pengangguran Terbuka di Jawa Timur turun menjadi 3,55 persen dari 3,61 persen pada Februari 2025.

Namun, lulusan universitas justru mendominasi angka pengangguran sebesar 6,04 persen akibat ketidaksesuaian kualifikasi.

Kepala Bakorwil Malang Asep Kusdinar menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia yang kompeten dan adaptif memerlukan keterlibatan aktif dari berbagai sektor.

“Pembangunan SDM vokasi tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, perguruan tinggi, serta dunia usaha dan industri,” ujarnya.

Penyelarasan kurikulum menjadi instrumen penting untuk memetakan kembali kebutuhan riil di lapangan.

Upaya koordinasi ini difungsikan sebagai wadah evaluasi kebijakan ketenagakerjaan daerah secara berkala.

“Kami berharap lahir langkah-langkah konkret dan solusi kolaboratif yang memperkuat keterhubungan antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri,” tambah Asep.

Dengan demikian, lulusan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan yang relevan dan siap kerja.

Pasar Kerja Berubah Cepat

Staf Ahli Gubernur Bidang Kesra dan SDM Budi Raharjo menjelaskan bahwa situasi ketenagakerjaan saat ini sangat dinamis.

Perubahan dipengaruhi oleh percepatan teknologi serta dinamika internasional, termasuk tekanan geopolitik global antara Amerika Serikat dan Iran.