Meta mulai melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 8.000 pegawai di seluruh dunia pada Rabu, 20 Mei 2026.

Pengurangan tenaga kerja sebesar 10 persen ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan menekan biaya operasional perusahaan.

>>> Alarm Azan di HP Bikin Pesawat Southwest Airlines Mendarat Darurat

Pengumuman pemangkasan hubungan kerja dikirimkan melalui email kepada staf yang terdampak di berbagai wilayah, termasuk Singapura, Inggris, dan Amerika Serikat.

Langkah ini diambil seiring komitmen manajemen untuk mengalokasikan anggaran belanja modal lebih dari USD 128 miliar untuk sektor kecerdasan buatan pada tahun 2026.

Selain pengurangan staf, Meta juga menggeser sekitar 7.000 pekerja ke dalam tim baru yang berfokus pada pengembangan teknologi AI.

CEO Meta Mark Zuckerberg memprioritaskan pemanfaatan kecerdasan buatan guna menghadapi persaingan ketat dari Alphabet dan OpenAI.

>>> XLSmart Integrasikan 70% Jaringan Pascamerger, Target 5G 88 Kota

Efisiensi ini melibatkan penggunaan agen AI untuk membantu tugas pemrograman serta pelacakan perangkat karyawan.

Kondisi internal dilaporkan kurang kondusif setelah keputusan tersebut diumumkan, di tengah pencapaian laba kuartal pertama perusahaan sebesar USD 26,8 miliar dari total pendapatan USD 56,31 miliar.

"Semua orang merasa tidak bahagia, satu-satunya pihak yang tidak merasa demikian secara harfiah, hanyalah para eksekutif," sebut seorang pegawai Instagram.

>>> The Legend of Kitchen Soldier dan The Scarecrow Bersaing Ketat Awal Pekan

Sumber internal perusahaan mengindikasikan bahwa pemutusan hubungan kerja tambahan masih berpotensi terjadi hingga akhir tahun 2026.