Google Luncurkan Antigravity 2.0 Berbasis Agen untuk Saingi Kompetitor

Google resmi meluncurkan Antigravity 2.0 dalam konferensi I/O 2026 pada Rabu (20/5/2026). Aplikasi desktop mandiri ini berfokus pada sistem berbasis agen pintar.
Langkah ini diambil untuk menyaingi dominasi Claude Code dan OpenAI Codex di kalangan pengembang.
>>> Nikita Willy Deg-degan Usai Issa Pulang 'Boys Time' Bawa Kosakata Baru
Perombakan total ini berjalan menggunakan model baru Gemini 3.5 Flash di sistem operasi macOS, Linux, dan Windows.
Berdasarkan data Artificial Analysis, model ini mampu menghasilkan 289 token output per detik.
Angka tersebut melampaui Claude Opus 4.7 dengan 67 token dan GPT-5.5 dengan 71 token.
Sistem agen utama pada Antigravity 2.0 kini dapat menjalankan beberapa sub-agen secara paralel. Hal ini dilakukan demi menjaga efisiensi ruang konteks.
Pembaruan ini juga membawa perintah baru seperti /goal untuk penyelesaian otomatis. Ada pula perintah /grill-me untuk konfirmasi sebelum modifikasi file, serta perintah /browser untuk membuka halaman web.
Kemampuan platform baru ini sempat dipamerkan oleh pimpinan proyek saat mendemonstrasikan pembuatan sistem operasi baru dari awal. Demonstrasi tersebut menggunakan teknologi berbasis agen tersebut.
>>> Apple Luncurkan Fitur Aksesibilitas Berbasis AI untuk Perangkatnya
"Projects," kata Varun Mohan, Kepala Antigravity.
Pihak pengembang juga merombak struktur harga dengan menghadirkan paket AI Ultra seharga 100 dolar AS.
Paket ini berada di antara paket Pro seharga 20 dolar AS dan paket Ultra utama yang kini turun menjadi 200 dolar AS per bulan.
Google memberikan bonus kredit sebesar 100 dolar AS hingga 25 Mei 2026. Bonus ini berlaku untuk pelanggan paket Ultra baru maupun yang sudah terdaftar.
Dilansir dari Times of India, perombakan total ini berjalan menggunakan model baru Gemini 3.5 Flash di sistem operasi macOS, Linux, dan Windows.
>>> YouTube Luncurkan Fitur Anti-Deepfake untuk Lindungi Semua Kreator
Berdasarkan data Artificial Analysis, model ini mampu menghasilkan 289 token output per detik, melampaui Claude Opus 4.7 dengan 67 token dan GPT-5.5 dengan 71 token.
Update Terbaru
Samsung dan Google Pamerkan Kacamata Pintar AI di Google I/O 2026
Rabu / 20-05-2026, 21:33 WIB
Samsung, Xiaomi, dan Vivo Siapkan Flagship Ultra 2026 untuk Indonesia
Rabu / 20-05-2026, 21:29 WIB
Valentino Rossi Soroti Jarak Tipis Hidup dan Mati di MotoGP
Rabu / 20-05-2026, 21:23 WIB
Pengiriman HP di Asia Tenggara Turun, Samsung Kuasai Pasar
Rabu / 20-05-2026, 21:18 WIB
Ecko Show dan Verry Klau Ungkap Makna Lagu Viral Lu Kenal Veronica Ko
Rabu / 20-05-2026, 21:13 WIB
BMKG Juanda: Hujan Ringan hingga Lebat Guyur Sejumlah Wilayah Jawa Timur
Rabu / 20-05-2026, 21:05 WIB
Google Resmi Luncurkan Gemini Omni, Model AI dengan Kemampuan Video Canggih
Rabu / 20-05-2026, 21:03 WIB
Profil Gusmawati Nuril Ibunda Fedi Nuril Yang Meninggal Dunia, Lengkap dari Umur, Agama dan Akun Instagram
Rabu / 20-05-2026, 21:01 WIB
Mahasiswi Teknik Unhas Ditemukan Tewas, Voice Note Sebelum Kejadian Jadi Sorotan
Rabu / 20-05-2026, 21:00 WIB
Meta Tambah Fitur Keamanan Iklan di Threads, Pengiklan Bisa Blokir Konten Sensitif
Rabu / 20-05-2026, 20:58 WIB
Chery Tunggu Regulasi Resmi Soal Insentif Mobil Listrik Baterai Nikel
Rabu / 20-05-2026, 20:53 WIB
Gusmawati Nuril Sakit Apa? Benarkah Akibat Gangguan Paru-Paru? Berikut Kronologi Kematian Ibunda Fedi Nuril
Rabu / 20-05-2026, 20:51 WIB
Mnet Umumkan Lineup Resmi Acara Dance Battle Usai Kontroversi Teaser
Rabu / 20-05-2026, 20:49 WIB
Valas Ramai Diburu Saat Rupiah Tembus Rp17.654, Ini Pengertian dan Fungsinya
Rabu / 20-05-2026, 20:47 WIB






