Valas Ramai Diburu Saat Rupiah Tembus Rp17.654, Ini Pengertian dan Fungsinya

Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026. Kurs rupiah bahkan menyentuh level Rp17.654 per dolar AS.

Pelemahan mata uang domestik membuat minat masyarakat terhadap valuta asing atau valas kembali meningkat. Dolar AS menjadi salah satu mata uang yang paling banyak dicari karena dinilai lebih aman saat kurs rupiah bergerak fluktuatif.

Kondisi tersebut ikut mendorong masyarakat mencari instrumen penyimpan nilai yang dianggap lebih stabil di tengah ketidakpastian pasar.

Apa Itu Valas?

Valuta asing atau valas merupakan aktivitas pertukaran mata uang antarnegara. Dalam istilah internasional, valas dikenal sebagai foreign exchange atau forex.

Aktivitas ini berlangsung di pasar valuta asing, yakni pasar keuangan global tempat mata uang berbagai negara diperjualbelikan selama 24 jam.

Melalui pasar tersebut, individu, perusahaan hingga lembaga keuangan dapat melakukan transaksi mata uang untuk kebutuhan perdagangan, pembayaran internasional, maupun investasi.

Dalam praktiknya, transaksi valas terdiri dari beberapa jenis. Mulai dari transaksi spot atau jual beli tunai, kontrak forward dan futures untuk transaksi berjangka, swap, hingga opsi mata uang.

>>> Google Luncurkan Antigravity 2.0 Berbasis Agen untuk Saingi Kompetitor

Fungsi Valas dalam Perekonomian

1. Mendukung Aktivitas Ekspor dan Impor

Valas menjadi alat penting dalam perdagangan internasional karena memungkinkan transaksi antarnegara tetap berjalan meski menggunakan mata uang berbeda.

Keberadaan valuta asing memudahkan pelaku usaha melakukan pembayaran barang dan jasa lintas negara.

2. Mempermudah Pembayaran Internasional

Dalam transaksi global, pihak yang bertransaksi umumnya menggunakan mata uang tertentu yang disepakati bersama. Karena itu, valas dibutuhkan agar pembayaran antarnegara dapat berlangsung tanpa hambatan.

3. Digunakan Sebagai Instrumen Investasi

Selain dipakai dalam perdagangan internasional, valas juga dimanfaatkan sebagai instrumen investasi. Investor biasanya membeli mata uang asing ketika nilainya dianggap masih rendah lalu menjualnya saat harga naik.

Saat ini investasi valas dapat dilakukan lewat berbagai instrumen, seperti rekening mata uang asing, perdagangan forex hingga kontrak berjangka.

4. Mengurangi Risiko Perubahan Kurs

Valas juga dimanfaatkan sebagai sarana lindung nilai atau hedging. Cara ini umum dipakai pelaku usaha maupun investor untuk menekan risiko kerugian akibat perubahan nilai tukar.

Dengan menyimpan aset dalam mata uang asing, dampak pelemahan mata uang domestik dapat dikurangi.