Profil Tiyo Ardianto Ketua BEM UGM Mengaku Diteror Usai Kritik Program MBG dan Surati UNICEF
Tiyo Ardianto, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), mengaku mengalami serangkaian teror setelah organisasi yang dipimpinnya mengirim surat terbuka kepada UNICEF terkait kasus bunuh diri siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bukan hanya dirinya yang menjadi sasaran, keluarga Tiyo disebut turut menerima pesan bernada ancaman yang menimbulkan rasa takut.
Surat ke UNICEF dan Kritik terhadap Pemerintah
Surat yang dikirim BEM UGM pada 6 Februari 2026 itu merupakan respons atas tragedi seorang siswa SD di NTT yang diduga mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli alat tulis sekolah dengan harga kurang dari Rp10 ribu.
Dalam pernyataan tersebut, BEM UGM menilai peristiwa itu mencerminkan kegagalan negara menjamin hak dasar anak atas pendidikan. Mereka juga menyoroti kebijakan anggaran pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dinilai menyerap dana besar namun belum menyentuh persoalan mendasar ketimpangan pendidikan dan kemiskinan struktural.
Kritik keras turut diarahkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam sejumlah pernyataan publik, Tiyo menyebut MBG bukan sebagai Makan Bergizi Gratis, melainkan “Maling Berkedok Gizi”.
Rentetan Ancaman dan Pesan Fitnah
Empat hari setelah surat tersebut beredar luas, Tiyo menerima pesan WhatsApp dari nomor berkode internasional Inggris yang berisi ancaman penculikan.
Situasi kembali memanas pada 13 Februari 2026 saat ia berorasi dalam aksi di Bundaran UGM bersama akademisi dan aktivis. Dalam aksi itu, Tiyo mengenakan kaos bertuliskan “Maling Berkedok Gizi” sebagai bentuk kritik terhadap proyek MBG.
Sehari setelah aksi tersebut, ancaman pembunuhan kembali diterimanya dari pihak tak dikenal.
Pada 14 Februari 2026, teror meluas ke ranah keluarga. Ibunya menerima pesan WhatsApp berisi tuduhan bahwa Tiyo menggelapkan dana kampus, disertai foto dan narasi yang bersifat provokatif.
Update Terbaru
Pemakaman Nolan Wells Digelar, Keluarga dan Teman Berkumpul
Senin / 20-07-2026, 23:29 WIB
Maduka Okoye Dituduh KDRT dan Selingkuh oleh Ibu Anaknya
Senin / 20-07-2026, 23:29 WIB
7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
Senin / 20-07-2026, 23:29 WIB
Luis de la Fuente Puji Emiliano Martinez, Akui Spanyol Seharusnya Menang Lebih Cepat
Senin / 20-07-2026, 23:29 WIB
G-Dragon BIGBANG Serukan Perlindungan Warisan Dunia di Sidang UNESCO Busan
Senin / 20-07-2026, 23:29 WIB
Galaxy S25 Berpotensi Dapat Fitur Horizontal Lock Lewat One UI 9.0
Senin / 20-07-2026, 23:28 WIB
Kemenperin Dorong Transformasi Digital Industri Farmasi untuk Genjot Daya Saing
Senin / 20-07-2026, 23:28 WIB
Citi Luncurkan Tokenized Depositary Receipts untuk Akses Investasi Perusahaan Tertutup
Senin / 20-07-2026, 23:28 WIB
China Dikabarkan Ingin Bangun 17 Proyek Pengolahan Bauksit di Indonesia
Senin / 20-07-2026, 23:28 WIB
Kompensasi Tanaman Tumbuh Proyek LNG Abadi Masela Mulai Dibayar Bertahap
Senin / 20-07-2026, 23:28 WIB
Produsen Tank Terbesar Eropa Tunda IPO, Jerman Siap Jadi Pemegang Saham
Senin / 20-07-2026, 23:23 WIB
Tinggal di Pinggiran Kota Kini Jadi Gaya Hidup Baru, Ini Alasannya
Senin / 20-07-2026, 23:18 WIB
Bupati Lombok Barat Tiba di KPK Usai Terjaring OTT
Senin / 20-07-2026, 23:18 WIB
Igor Tolic Buka Suara soal Rekrutan Baru Persib Mariano Peralta
Senin / 20-07-2026, 23:18 WIB







