Microsoft secara terbuka mengakui bahwa pembaruan otomatis melalui Windows Update sering memicu masalah stabilitas pada PC.

Pengakuan ini disampaikan oleh perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut dalam sebuah pernyataan resmi.

>>> AMD Pastikan Dukungan FSR 4 untuk GPU Radeon Generasi Lama

Windows Update kerap menyebabkan ketidakstabilan sistem dan penurunan performa perangkat keras.

Hal ini menjadi keluhan umum di kalangan pengguna Windows selama bertahun-tahun.

Dampak pada Performa Perangkat Keras

Pembaruan yang seharusnya meningkatkan keamanan justru berdampak negatif pada kinerja komputer.

Beberapa pengguna melaporkan penurunan kecepatan dan munculnya error setelah menginstal update terbaru.

Microsoft mengakui bahwa masalah ini terjadi pada berbagai versi Windows, termasuk Windows 10 dan Windows 11.

>>> Adopsi Smart Home Indonesia Diprediksi Capai 15,2 Juta Rumah Tangga di 2026

Perusahaan tersebut berjanji akan meningkatkan kualitas pembaruan di masa mendatang.

Langkah yang Dapat Diambil Pengguna

Pengguna disarankan untuk menunda pembaruan non-kritis hingga masalah teratasi.

Mematikan fitur update otomatis sementara waktu juga bisa menjadi solusi.

Namun, Microsoft tetap merekomendasikan untuk menginstal pembaruan keamanan penting.

Pengguna dapat memantau forum resmi Microsoft untuk informasi terbaru tentang perbaikan.

>>> Elon Musk dan Jensen Huang Perkuat Hubungan Persahabatan di Beijing

Dengan pengakuan ini, diharapkan Microsoft lebih berhati-hati dalam merilis pembaruan di masa depan.