Lonjakan harga RAM DDR5 yang terjadi saat ini diperkirakan tidak akan bertahan lama. Situasi sulit ini diproyeksikan segera berakhir berkat langkah agresif para kompetitor di industri semikonduktor.

Kye-hyun Kyung, mantan kepala divisi Device Solutions Samsung Electronics, menyatakan bahwa harga memori RAM mulai melandai pada paruh kedua tahun depan.

>>> Gugatan Elon Musk Terhadap OpenAI dan Sam Altman Resmi Ditolak Pengadilan

Proyeksi ini sejalan dengan kondisi riil para produsen asal Tiongkok saat ini.

Investasi besar-besaran dari perusahaan semikonduktor Tiongkok, seperti ChangXin Memory Technologies (CXMT), menjadi pemicu utama. Langkah ini mendongkrak kapasitas produksi DRAM secara signifikan.

Ketika suplai produk melimpah dalam setahun ke depan, harga pasar global otomatis akan menjadi jauh lebih murah.

Konsumen dan gamer di Indonesia pun menantikan kabar ini sebagai angin segar.

Meski memprediksi tren penurunan harga, mantan bos Samsung tersebut memberikan catatan penting. Kembalinya harga normal sangat bergantung pada keberhasilan investasi pabrikan Tiongkok tersebut.

>>> Ilmuwan Klaim Pemerintah AS Amankan Empat Jenis Alien dari UFO Jatuh

Selain faktor manufaktur Tiongkok, stabilitas investasi perusahaan teknologi raksasa di sektor kecerdasan buatan juga memegang peranan krusial.

Penurunan harga pasar memori global akan memberi kesempatan pengguna untuk upgrade ke platform DDR5.

Proses transisi perangkat keras tersebut nantinya dapat dilakukan dengan biaya yang jauh lebih bersahabat di masa mendatang.

Penurunan harga ini diprediksi terjadi seiring dengan meningkatnya kapasitas produksi dari para kompetitor, terutama dari Tiongkok.

>>> Eksperimen Andon Labs: Siaran Radio AI Berujung Kekacauan

Keberhasilan investasi ChangXin Memory Technologies (CXMT) dan pabrikan lainnya akan menjadi kunci utama dalam menentukan laju penurunan harga di pasar global.