Honda Brio masih menjadi primadona di pasar mobil bekas Indonesia. Dimensi ringkas, efisiensi bahan bakar, dan biaya perawatan yang terjangkau membuatnya banyak dicari.

Nilai jual kembali mobil ini pun cenderung stabil.

>>> Gaikindo Catat Penjualan Sejumlah Model Mobil Melonjak pada April 2026

Meski begitu, konsumen harus tetap teliti sebelum membeli. Tujuannya agar tidak mendapatkan unit yang bermasalah.

Pengecekan Kaki-Kaki dan Kemudi

Iwan, pengelola bengkel Iwan Motor di Solo, mengatakan bahwa Honda Brio termasuk mobil bandel dan irit. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membeli unit bekas.

Kaki-kaki bagian depan kerap menjadi titik keluhan. Masalah ini biasanya muncul pada mobil dengan usia tinggi atau sering melintasi jalan rusak.

"Kaki-kaki depan mulai bunyi kalau usia pemakaian sudah tinggi atau sering lewat jalan rusak," ujar Iwan kepada Kompas.

com, Senin (18/5/2026).

Komponen rack steer juga rentan mengalami kelonggaran. Gejalanya berupa bunyi gludug-gludug atau setir terasa oblak.

Selain itu, engine mounting pada beberapa unit bisa menimbulkan getaran saat mesin stasioner. Ini perlu dicek untuk memastikan kenyamanan berkendara.

Transmisi CVT dan Sistem Pendingin

Transmisi CVT memerlukan perhatian khusus, terutama pada tipe otomatis. Riwayat penggantian oli transmisi sangat penting.

Jika telat ganti, bisa muncul gejala gredek atau nyentak.

"Transmisi CVT harus diperhatikan perawatannya. Kalau oli CVT telat ganti, biasanya muncul gejala gredek atau nyentak," kata Iwan.

Performa AC juga wajib diperiksa. Pada mobil bekas, AC bisa kurang dingin karena evaporator kotor atau usia kompresor yang sudah menurun.

>>> Mobil Listrik Chery Q Resmi Debut di Indonesia, Tawarkan Paket Sigma