Dugaan Pelecehan Dosen UIN Solo Disorot, Korban Pertanyakan Sikap Kampus

Kasus dugaan pelecehan yang melibatkan seorang dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta memicu perhatian publik setelah sejumlah mahasiswi mengaku mengalami perlakuan tidak pantas.

Para korban menyebut tindakan tersebut berlangsung melalui pesan pribadi bernada personal hingga kontak fisik yang membuat mereka merasa takut dan tertekan.

Korban Mengaku Alami Tekanan Psikologis

Salah satu mahasiswi berinisial RAW mengaku mengalami kejadian itu ketika menjalani program magang di laboratorium minimarket FEBI pada September 2025.

Menurut dia, komunikasi dari dosen yang bersangkutan awalnya dianggap berkaitan dengan aktivitas magang. Namun, isi percakapan kemudian berubah menjadi persoalan pribadi yang membuatnya tidak nyaman.

“Saya pikir awalnya ada masalah pelayanan atau hal biasa. Tapi lama-lama pertanyaannya mulai aneh, nanya kos saya, identitas pribadi, sampai hal-hal yang bikin saya takut, dia bilang mau dipelet,” ujar RAW, Selasa (19/5/2026).

RAW kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak program studi. Setelah laporan disampaikan, jadwal magangnya dipindahkan agar tidak lagi berinteraksi dengan dosen itu.

Pengalaman serupa juga diungkapkan alumni UIN Raden Mas Said berinisial PP yang kini tinggal di Jakarta.

Ia menuturkan, komunikasi dengan dosen tersebut mulai berubah setelah dirinya menjalani seminar proposal skripsi. Hubungan yang awalnya bersifat akademik berkembang menjadi personal.

>>> 8 Penyebab Utama Konsumsi BBM Mobil Boros, Wajib Dihindari

“Beliau sering balas status, manggil pakai panggilan sayang, ngajak ketemu, sampai bilang mau nyari kerja buat saya supaya tetap di Solo dan gampang ketemu,” kata PP.

PP juga mengaku sempat mengalami kontak fisik yang tidak diinginkan saat menjalani sidang skripsi.