RMA Indonesia selaku agen pemegang merek Ford memastikan kelancaran pengiriman mobil sport Ford Mustang Ecoboost ke Tanah Air.

Penegasan ini merespons kekhawatiran konsumen akibat situasi geopolitik yang memanas di Timur Tengah.

>>> Pasar Mobil Bekas Solo Tawarkan Honda Brio Mulai Rp 80 Jutaan

Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah berdampak luas ke berbagai sektor. Namun, proses distribusi muscle car rakitan AS tersebut dinyatakan tidak mengalami gangguan berarti.

Koordinasi Logistik dan Pemantauan Alokasi

Koordinasi intensif dengan jaringan logistik global terus dilakukan untuk menjamin kepastian pengiriman. Pemantauan terhadap alokasi unit juga dijalankan secara ketat oleh pihak keagenan.

"RMA Indonesia memantau alokasi unit secara intensif untuk memastikan setiap kendaraan tiba di tangan pelanggan secara tepat waktu," ujar Roelof Lamberts, Direktur Regional RMA Indonesia.

Berbeda dengan jajaran mobil Ford lain yang didatangkan dari Thailand, Mustang Ecoboost diimpor utuh secara Completely Built-Up (CBU) dari Amerika Serikat.

Proses pengiriman lintas benua biasanya memerlukan waktu dua hingga tiga bulan.

Spesifikasi dan Performa Mustang Ecoboost

Mustang 2.3 L EcoBoost Fastback mengusung mesin 2.3 liter GTDI EcoBoost 4-silinder turbo twin-scroll.

>>> Review Toyota Vios Hybrid: Responsif dan Irit, Meski Sedikit Bising

Mesin ini mampu menghasilkan tenaga 315 Tk dan torsi puncak 475 Nm dengan bahan bakar oktan 93.

Akselerasi dari 0 ke 100 km/jam dapat dicapai dalam 5,6 detik, dengan kecepatan tertinggi 233 km/jam.

Mobil sport ini memiliki kapasitas tangki 59 liter dan konsumsi BBM rata-rata 11 liter per 100 km untuk rute kombinasi.

Saat ini, Ford RMA Indonesia memasarkan varian Mustang EcoBoost Fastback dengan harga Rp 1,964 miliar (OTR Jakarta).

Proses pengiriman kendaraan CBU lintas benua tersebut biasanya memerlukan waktu berkisar antara dua hingga tiga bulan.

>>> Omoda Jaecoo Cetak Rekor Penjualan 1 Juta Unit Mobil dalam Tiga Tahun

Dengan pemantauan ketat, RMA Indonesia optimistis pengiriman tetap sesuai jadwal meskipun ada ketegangan geopolitik.