Rien Wartia Trigina alias Erin menegaskan akan melanjutkan proses hukum terhadap Hera, mantan asisten rumah tangganya (ART).

Langkah ini diambil terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) serta fitnah atau pencemaran nama baik.

>>> Meta Pangkas 10 Persen Karyawan Global dalam Restrukturisasi

Penegasan itu disampaikan Erin menanggapi opsi damai yang dibuka Hera dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Komisi III DPR RI.

"Iya, saya terus fight lah ya," kata Erin di Jakarta Pusat, Senin (18/5).

Erin menilai laporan Hera soal dugaan penganiayaan sudah mengarah pada pembunuhan karakter.

Alih-alih menerima tawaran damai, Erin meminta Hera berkata jujur tentang apa yang terjadi selama bekerja di rumahnya.

"Ya lebih baik ya bicaranya jujur, kenapa jadi kayak gini gitu kan. Harusnya kan apa yang sudah kamu lakukan yang di rumah, ya jujurlah dengan kelakuannya," lanjut Erin.

Tak Mau Berdamai Meski Ada Permintaan Maaf

Erin tidak memberikan jawaban pasti soal kemungkinan berdamai jika Hera meminta maaf secara langsung.

"Itu nanti bicaranya nanti," kata Erin.

Meski begitu, ia memastikan laporan hukum yang telah dibuat tetap berjalan.

>>> Mantan Hacker Hapus 96 Database Pemerintah AS Setelah Dipecat Perusahaan

Erin juga mengaku akan lebih berhati-hati dalam memilih ART imbas polemik ini.

Sebelumnya, dalam RDPU di Komisi III DPR RI, Hera menceritakan mendapat penyiksaan fisik dan barang-barang pribadinya dituding diambil Erin.

Hera mengaku siap berdamai dengan mantan istri Andre Taulany tersebut dengan syarat ada permintaan maaf dan pengembalian barang.

"Harapan saya mah, siap damai kalau Ibu Erin mengakui kesalahan terus mengembalikan hak-hak saya kayak barang saya, handphone, baju, saya siap berdamai," kata Hera.

Kasus ini bermula ketika Hera melaporkan Erin ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Rabu (29/4) dini hari.

Dalam laporan, Erin dituduh melakukan kekerasan fisik seperti pemukulan, mencekik, hingga pengancaman menggunakan senjata tajam di rumahnya di kawasan Bintaro.

Erin membantah keras seluruh tudingan tersebut.

>>> Platform X Pangkas Batas Unggahan Harian Akun Gratis Secara Ekstrem

Ia mengklaim punya bukti kuat berupa rekaman CCTV serta kesaksian dari pekerja rumah tangga lain dan pihak keamanan yang membuktikan insiden penganiayaan tidak pernah terjadi.