Sebanyak tujuh mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen IPB University menggelar diskusi selama tiga jam dengan manajemen Bogasari di pabrik Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (1/7/2026).

Kunjungan akademik ini merupakan bagian dari aktualisasi mata kuliah teori manajemen dan perkembangannya, khususnya di Bogasari yang merupakan industri tepung terigu nasional pertama di Indonesia dan tahun ini berusia 55 tahun.

>>> Chef Daijiro Horikoshi Hadirkan Kuliner Jepang Kontemporer Bernuansa Bali di Surabaya

Kepala Divisi Bogasari Franciscus Welirang, yang akrab disapa Franky Welirang, memaparkan sejarah dan perkembangan Bogasari serta perkembangan pangan Indonesia, baik skala industri maupun UKM yang menjadi pelanggan mayoritas.

Ia didampingi Wakil Kepala Divisi Bogasari Erwin Sudharma, Senior Vice President Manufacturing Bobby Ariyanto, Vice President Human Resources Anwar, dan Manajer Produksi Nyoman Arthadana.

Franky menjelaskan bahwa konsumsi tepung terigu mendorong penciptaan nilai tambah dalam perekonomian.

Bahan pangan ini merupakan produk antara yang tidak dikonsumsi langsung, namun melahirkan jutaan UMKM di sektor pangan dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Hampir 70 persen pelanggan Bogasari adalah UMKM, ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip Sabtu (4/7/2026).

Ia menambahkan, tepung terigu sangat mudah dan fleksibel dicampur atau disubstitusi dengan bahan pangan lokal berbasis kedaerahan.

Contohnya, Cake Salakkilo dari Balikpapan mencampur terigu dengan buah salak, dan UKM Nustsafir dari Lombok menyerap berbagai biji-bijian menjadi aneka kue kering.

Ada pula buah durian dicampur terigu menjadi roti durian, buah naga dengan adonan mie menjadi mie merah, wortel menjadi mie orange, dan tepung bagelen (singkong) dengan terigu di Bandung menjadi Roti Bagelen.

>>> Praktisi Usul JHT Bebas Pajak Jika Dialihkan ke SBN Ritel