Pilot berkebangsaan Amerika Serikat, Nicholas F.

Goselin, tewas setelah pesawat perintis milik PT AMA Air diduga dibakar oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) saat mendarat di Bandara Ipdeheik, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

>>> Vozinha Jadi Momok Argentina dengan 8 Penyelamatan, Gagalkan 4 Peluang Messi

Insiden terjadi pada Kamis (2/7) pagi. Pesawat mengangkut satu pilot dan tujuh penumpang, seluruhnya warga Papua.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menyatakan pilot dilaporkan meninggal dunia.

Penyebab pasti kematian masih didalami aparat berwenang.

Kronologi dan Fakta

Pesawat berangkat dari Wamena menuju Yahukimo dan tiba di Lapangan Terbang Balinggama pukul 06.46 WIT. Sebelum penerbangan, cuaca dilaporkan baik.

Setelah pilot melaporkan pesawat telah mendarat, komunikasi dari pos area lapangan terbang terputus.

Meski pilot tewas, tujuh penumpang berhasil selamat.

>>> Iran Siapkan Pengamanan Ketat untuk Pemakaman Ali Khamenei

Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengonfirmasi seluruh penumpang adalah Orang Asli Papua (OAP) dan dalam kondisi aman.

Evakuasi jenazah Nicholas sempat tertunda karena cuaca buruk.

Tim evakuasi dari Timika mengudara sekitar 15 menit menuju lokasi, namun penerbangan dibatalkan dan mereka kembali ke Timika.

Jenazah akhirnya berhasil dievakuasi pada Jumat (3/7) sekitar pukul 09.00 WIT setelah aparat mengamankan lokasi di ketinggian 2.292 meter di atas permukaan laut.

Pemerintah Indonesia mengutuk keras pembakaran pesawat dan penembakan pilot yang diduga dilakukan OPM. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, menegaskan tindakan kekerasan tersebut tidak dapat dibenarkan.

>>> Link Live Streaming Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026

Pemerintah meminta pelaku diproses sesuai hukum dan akan terus mendorong penyelidikan serta pengamanan penerbangan perintis di Papua.